Sosialisasi pembuatan (tajak) sumur KSB-A 10 dalam rangka syukuran rencana tajak sumur KSB-A 10, serta penyantunan 150 anak yatim dan kaum duafa, di Kampung Sriwijaya, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin(8/4/2019). (nda)
Loading...

ACEH TAMIANG (medanbicara.com)-Sosialisasi pembuatan (tajak) sumur KSB-A 10 dalam rangka syukuran rencana tajak sumur KSB-A 10, serta penyantunan 150 anak yatim dan kaum duafa, di Kampung Sriwijaya, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin(8/4/2019).

Dalam kesempatan itu Manajer PT Pertamina EP Field Rantau, Hari Widodo diwakili oleh Tomy Alimsyah bercerita tentang historical struktur Kuala Simpang Barat.

Struktur ini ditemukan oleh Pertamina tahun 1979. Sumur pertama yaitu bernama KSB-01 dengan kedalaman 1.232 Meter. Total sumur di Kuala Simpang adalah sebanyak 58 sumur, dimana hanya 10 sumur yang berproduksi sedangkan 45 sumur suspended dan 3 sumur abandone.

Pengeboran terakhir dilakukan pada tahun 2018 yaitu sumur KSB-58 dimana diawal produksinya bisa mencapai lebih dari 700 barel minyak per hari dan saat ini berproduksi sekitar 100 barel minyak per hari.

“Kami akan melakukan pengeboran pada sumur KSBA-10 dengan target kedalaman 1.200 meter dan target produksi sebesar 200 barel minyak per hari. Pengeboran akan dilaksanakan sekitar 30 hari. Jika target produksi dapat tercapai maka Insha Allah hal ini dapat mendorong upaya-upaya pencarian minyak di area Kuala Simpang, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan kegiatan perekonomian di sekitar daerah tersebut,” kata Tomy.

“Semoga apa yang menjadi target kita dapat tercapai. Amin Ya Robbalalamin. Mohon doa restu dan kerjasama dari bapak dan ibu sekalian untuk tercapainya target tersebut. Mohon dukungan dan jalinan sinergitas antara Pertamina, Forkominda dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang. Tetap semangat dan utamakan keselamatan,” sambungnya.

Ketua DPRK Aceh tamiang, Fadlon SH yang mewakili Bupati Aceh Tamiang, Mursil SH MKn menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pertamina Ekplorasi Produksi yang besinergi dalam memperbaiki perekonomian di Kabupaten Aceh Tamiang.

Semoga dengan penemuan sumur baru atau sumber baru ini akan menambah income per kapita bagi daerah bagi negara, khususnya berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar Kampung Sriwijaya ini. Kehadiran sumur baru ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar juga bisa menambah tenaga tenaga kerja baru sehingga harapan pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya bisa tercapai.

Turut hadir Sayed Mahdi SP MSi MMA, Plt Dinas Lingkungan Hidup, Fadhlon SH, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Pjs Rantau Fiel Manager, Tomy Alimsyah (Asisten Manager Produksi), Wanson Siburian selaku HSSE Cordinator Sumur KSB-A10, Tengku M Azhar, pembaca doa, AKBP Zulhir Destrian, Kapolres Aceh Tamiang, Letkol Inf Deky Rayusyah Putra, Ssos MIpol, Dandim 0117 Aceh Tamiang, Simon mewakili kepala kejaksaan, Edi Syahputra ST Datok Penghulu Kampung Sriwijaya, anak yatim dan duafa. (nda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY