Business Talk D Gold Entrepreneur dengan tema Bisnis di Era Digital, yang diadakan oleh Pegadaian Syariah bersama GO-JEK, di Aceh Besar dihadiri sekitar 50 pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Banda Aceh. (ist)
Loading...

BANDA ACEH (medanbicara.com)-Business Talk D Gold Entrepreneur dengan tema Bisnis di Era Digital, yang diadakan oleh Pegadaian Syariah bersama GO-JEK, di Aceh Besar dihadiri sekitar 50 pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Banda Aceh, di antaranya usaha kuliner, bengkel, laundry dan lainnya.

Kegiatan ini diadakan untuk berbagi pengalaman kepada para pelaku usaha di Banda Aceh mengenai cara mengembangkan usaha melalui bantuan teknologi, khususnya di era digital saat ini di mana menurut data Google ada sekitar 150 juta pengguna internet di Indonesia dan semakin meningkatnya pengguna telepon pintar (smartphone).

Dalam paparannya, Head of Regional Corporate Communications Gojek Indonesia, Teuku Parvinanda menyampaikan bahwa aplikasi super GO-JEK membantu UMKM mendapat kemudahan memperluas pasarnya, membantu pencatatan keuangan dan meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan biaya operasional dengan adanya layanan yang lebih efisien.

“GO-JEK percaya sektor UMKM bisa menjadi penggerak roda perekonomian yang efektif. Kehadiran GO-JEK juga bertujuan untuk membuka lebih luas pasar bagi UMKM, meningkatkan kesejahteraan mitra driver, serta menjawab kebutuhan konsumen,” katanya.

Akselerasi usaha karena pemanfaatan teknologi dirasakan langsung oleh salah satu pembicara yaitu pengusaha snack Banda Banana, Febriani Aswita. Perempuan yang merintis usahanya sejak satu tahun lalu dengan modal sekitar Rp50.000 ini membagikan pengalamannya dalam membangun usaha yang kini telah berkembang hingga kini telah memiliki empat outlet, masing-masing di Banda Aceh, Lhokseumawe, Tapak Tuan, Bireun dan satu lagi yang akan dibuka di Ulee Lheue.

Ibu dua anak ini memaparkan bahwa awalnya beliau menggunakan jasa Go-SEND untuk mengantarkan pesanan snack nugget pisangnya. Seiring bertambahnya pesanan, Febri, panggilan akrabnya, Febri bergabung dengan Go-Food. Setelah Banda Banana muncul di aplikasi GO-FOOD, jumlah pesanannya meroket, karena produknya terekspos ke seluruh pengguna aplikasi GO-JEK di berbagai area di Banda Aceh. Dengan mempertahankan kualitas, racikan rasa yang beragam, kemasan yang higienis dan berbagai promosi lain yang dijalankan oleh Febri, sampai saat ini usahanya terus maju hingga kemudian ia membuat franchise Banda Banana.

“Awalnya saya masih menunggu pembeli datang ke rumah, promosi melalui tetangga dan sosial media. Setelah bergabung dengan GO-JEK di Desember 2017, saya bisa mendapatkan pelanggan dari berbagai area di Banda Aceh sehingga penjualan naik secara signifikan,” ungkap perempuan yang bersuamikan anggota TNI ini. Saat ini outletnya di Banda Aceh telah meraih omset kurang lebih 8 juta rupiah per hari.

Mengikuti perkembangan zaman, terobosan digital juga dilakukan oleh Pegadaian Syariah. Perusahaan persero yang telah berusia ratusan tahun ini dikenal dengan kantornya yang berlogo timbangan dengan layanan gadainya, kini telah mengembangkan berbagai produk dan layanan. Selain itu, Pegadaian memiliki Agen Pegadaian Syariah yang dalam aktivitasnya dibantu dengan teknologi telepon pintar dan printer bluetooth. Hal ini membantu masyarakat yang menjadi mitra pegadaian untuk dapat mengakses jasa gadai di luar jam kantor.

Peserta business talk ini sangat bersemangat untuk mengembangkan bisnisnya. Pertanyaan seputar kesiapan modal usaha, cara menambah jumlah pelanggan hingga pemakaian aplikasi non tunai untuk pembayaran produk disampaikan oleh peserta, yang seluruhnya merupakan pelaku usaha.

Salah satu peserta business talk ini adalah suami istri pengusaha Mie Dower, Bapak Sunardi dan Ibu Mutia. Mereka hadir dengan harapan untuk menambah kapasitas, jaringan dan pengalaman untuk memajukan usaha mereka.

Menurut Ibu Mutia, usaha mereka juga sangat terbantu dengan pemanfaatan teknologi aplikasi GO-JEK.

“Sekarang dengan transaksi melalui GO-RESTO, sangat memudahkan, karena pembayaran langsung masuk dan catatan penjualan dilaporkan melalui e-mail,” jelasnya.

GO-RESTO yang dimaksud adalah aplikasi untuk para mitra GO-FOOD yang dapat mempermudah untuk mengelola dan mengatur administrasi restoran, serta membantu mitra mengembangkan bisnisnya melalui perangkat analisis dan pemasaran.

Dengan semangat awal bahwa inovasi digital adalah langkah untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kerakyatan, kini GO-JEK telah berhasil menghubungkan pengguna dengan lebih dari 1 juta mitra pengemudi, lebih dari 400 ribu merchant UMKM, serta lebih dari 30 ribu penyedia layanan lainnya di 167 kota dan kabupaten di Indonesia.

Berdasarkan survei dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2017, GO-JEK telah memberikan kontribusi sebesar Rp8,2 triliun terhadap perekonomian Indonesia yang disumbangkan melalui penghasilan mitra pengemudi dan Rp 1,7 triliun yang disumbangkan melalui penghasilan mitra UMKM. Para mitra UMKM ini pun mengalami peningkatan volume penjualan sebesar tiga kali lipat setelah mereka bergabung di GO-FOOD. (rel/ind)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY