Tiongkok Bebaskan Pajak Ekspor Durian Dari Negera ASEAN

MEDAN (medanbicara.com)-Pemerintah Tiongkok memberikan angin segar bagi pedagang durian di negara-negara ASEAN yakni, membebaskan pajaknya. Kondisi ini juga harus dimanfaatkan dengan baik oleh pengusaha di Medan. Pasalnya, buah durian memiliki potensi pasar yang sangat besar di Tiongkok.

“Kegiatan ini merupakan kebijakan yang sangat besar yang diumumkan oleh Presiden Xi Jinping kepada masyarakat luar. Karenanya kita ajak pengusaha Sumut (Sumatera Utara) untuk ikut serta,” ungkap Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), di Medan, Sun Ang, di The Heritage Aston Medan, Selasa (23/1).

Dia menceritakan, saat ia berkeliling kota Medan ia melihat banyak pedagang durian seperti, durian si Bolang yang berada di jalan Iskandar Muda, Mudan.

“Waktu saya ke si Bolang untuk makan durian. Disana ada durian yang bermacam-macam, saya merasa kualitasnya sangat baik dan enak. Durian yang seperti ini potensinya sangat besar di Tiongkok,”sebutnya.

Dikatakannya, alasan buah durian menjadi potensi besar, karena di Tiongkok tidak bisa menanam durian. Sehingga, jika ada buah durian yang dipasarkan, semuanya merupakan produk import.

“Orang di Tiongkok sangat suka durian. Selain langsung di konsumsi, durian ini juga dibuat pancake dan pizza. Kalaupun ada durian yang dipasarkan disana, namun sangat jarang diimport dari Indonesia atau pun Sumatera. Karena kebanyakan durian ini diimport dari Thailand dan Malaysia,”ujarnya.

Dia berharap, pengusaha dari Indonesai bisa memasok durian ini ke Tiongkok. Apalagi sekarang ini, ada kabar baik bagi pelaku usaha untuk produk khas.

“Sebab menurut perjanjian antar Tiongkok dengan Asean, kalau produk khas seperti durian kalau ekspor ke Tiongkok bebas pajak. Tapi, durian asal Indonesia ini masih sulit untuk menembus pasar di Tiongkok. Kami tahu durian di Indonsesia termasuk Sumut berkualitas tinggi, dan kuantitasnya juga besar,”ujarnya.

Sun Ang pun menjelaskan, sistem buah durian di pasar Indonesia yang matang dipohon menjadi salah satu kendala. Karena matang dipohon ini, membuat tingkat daya tahan saat dilakukan pengiriman atau transporsi tidak bisa lama.

“Di pasar Indonesia itu biasanya, duriannya matang di pohon. Sehingga, ketika sampai di Tingkok duriannya sudah terlalu matang, dan tidak enak lagi dikonsumsi,”ujarnya.

Berbeda dengan Thailand dan Malaysia sistem panennya sudah menggunakan tehnologi. Dimana durian tersebut, sebelum matang sudah dipanen dan dikirim ke Tiongkok. Sehinggga sampai ke pasar Tiongkok, sudah matang.

“Tapi sekarang ini di Indonesia belum ada tehnologi seperti itu, agar cita rasa tetap terjamin saat pengiriman ke Tiongkok ada teknologi yang harus diterapkan, dan kami siap membantu untuk mencari teknologi ini,”ucapnya.

Oleh karenanya, dalam Import Expo yang akan digelar nanti, pihaknya berharap ada perushaan yang di Indonesia ikut serta dalam pameran tersebut. Sehingga bisa melihat potensi tersebut, sekaligus mencari tehnologi untuk membuka pasar buah durian ini. (fatimah)

 

 

 

 

 

Loading...

Mungkin Anda juga menyukai