4 ibu muda yang diamankan di Bandara Kualanamu. (mol)

DELISERDANG (medanbicara.com)-Pengakuan ibu muda Norawati alias Nura (22), warga Dusun Jaya Abadi, Desa Abeuk Budi, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Propinsi Aceh, dan Ernawati Syarifuddin alias Erna (33), warga Dusun Timu Desa Lipah Rayeuk, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, nekad membawa sabu dalam sepatu yang dipakainya bikin miris.

Keduanya mengaku, butuh uang demi biaya hidup dan ingin membangun rumah. Namun kenekatan dua wanita asal Aceh itu kandas. Keduanya diamankan diterminal keberangkatan bandara KNIA.

Saat diinterogasi petugas, kedua tersangka mengaku ketika berada di Bireuen disuruh seorang laki-laki yang disebut dengan panggilan Abang untuk mengantar sabu tujuan Banjarmasin dengan upah imbalan sebesar Rp6 juta per orang.

Mendengar upah yang menurutnya tergolong besar apalagi terdesak ekonomi, kedua wanita itupun menerimanya dan menerima sandal yang tapaknya sudah diisi sabu.

Sementara itu, Nura, wanita beranak satu itu mengaku jika awalnya tak mau menerima tawaran itu.

Namun setelah sepekan lebih, wanita yang suaminya tukang pangkas itu malah menelepon laki-laki yang menawarkannnya membawa sabu.

”Aku butuh uang mau membangun rumah. Baru pertama kali aku bawa sabu. Tiket dibeli oleh yang menyuruh itu. Laki-laki yang mengantar sabu itu tidak kami kenal karena datang dengan memakai helm tertutup,” ujarnya.

Sedangkan Erna mengaku tergiur membawa sabu karena butuh uang untuk biaya kebutuhan sehari-hari maupun keperluan anak.

“Suamiku bekerja pedagang nasi goreng yang penghasilannya tak cukup untuk kebutuhan hidup,” sebut wanita beranak dua itu. (man)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY