Korban saat diturunkan. (ist)
Loading...

DELISERDANG (medanbicara.com)- Muhammad Hidayat Perangin angin alias Tarsim (50) tak sanggup menderita akibat penyakit gula basah yang menggerogotinya. Apalagi pria berusia setengah abad itu sudah dua tahun ditinggal pergi istrinya yang merantau ke Malaysia, membuat penderitaan korban pun kian bertambah.

Tak tahan menderita, korban memilih untuk mengakhiri hidupnya. Tarsim nekad gantung diri dikediamannya di Jalan Nusa Indah Gang Melati Dusun III Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Minggu (24/3/2019) sekira pukul 21.00 Wib.

Informasi dihimpun, pertama sekali jasad korban diketahui oleh Ricky (18) anak kandung korban yang melihat ayah kandungnya itu tak bernyawa dengan seutas tali warna biru melekat dalam lehernya. Ricky pun kaget dan minta tolong kepada warga sekitar. Dedek Rahmadi (34) dan Dimas Arsandi (18) membantu menurunkan jasad korban.

Tak berapa lama, Polsek Batang Kuis yang mendapat kabar turun kelokasi kejadian. Saat diinterogasi petugas, Ricky bercerita jika korban sudah lama mengidap penyakit gula basah dan sering muntah darah. Selanjutnya keluarga korban membuat surat pernyataan tidak keberatan atas kematian korban.

Kapolsek Batang Kuis, AKP Dian Ginting SH ketika dikonfirmasi membenarkan korban ditemukan tewas gantung diri.

“Korban tinggal sendirian di rumah sedangkan ketiga anaknya tinggal bersama neneknya,” sebutnya. (man)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY