Elemen Masyarakat Deliserdang Gelar Aksi Solidaritas Terhadap Muslim Rohingya

LUBUKPAKAM (medanbicara.com) – Aksi kekerasan berujung pembantaian (genosida) etnis Muslim di Rakhine State atau negara bagian Rakhine di Myanmar, sampai sekarang masih terus menuai reaksi keras berbagai elemen masyarakat di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Khususnya di Deliserdang, puluhan massa dari berbagai elemen masyarakat, seperti Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Deliserdang, Himpunan Mahasiswa Alwashliyah(HIMMAH) Deliserdang, Ikatan Pelajar Alwashliyah (IPA) Deliserdang dan pihak yayasan dan siswa MTs Umar Bin Khattab, Desa Bakaranbatu, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang, menggelar gerakan solidaritas mengecam aksi tersebut.

Tidak hanya turun ke jalan dengan berorasi, massa aksi juga melakukan penggalangan dana selama 2 hari, Jumat (15/9) dan Minggu (17/9), di Simpang Timbangan Lubukpakam.

“Kami mengutuk keras kebiadaban yang terjadi kepada Muslim Rohingya. Kita minta agar aksi biadab itu segera dihentikan. Dan dunia jangan cuma hanya diam,” ungkap koordinator aksi yang juga Ketua HIMMAH Deliserdang, Maulana Manihuruk di sela-sela aksi.

Hal senada juga disampaikan Bendahara GPA Deliserdang, Abdul Ghafur Sina.

“Kami mengutuk keras dan menjadikan tragedi Rohingya sebagai pembelajaran buat muslim di Indonesia untuk Menjaga persatuan dan menjaga toleransi antar umat beragama. Sebagai agama mayorias, Muslim Indonesia harus bisa menjadi contoh bagaimana bertoleransi yang sesungguhnya bagi bangsa lain,” tandas Abdul Ghafur yang juga Wakil Ketua DPC PPP Deliserdang ini.

Hamdi, Ketua IPA Deliserdang menimpali, siapapun pelaku kekerasan berujung pembantaian massal terhadap Muslim Rohingya harus diseret ke meja hidup pengadilan internasional.

“Ini kekerasan kemanusiaan dan siapapun pelakunya harus diadili di persidangan internasional. Tidak ada satu agama pun di dunia ini yang membenarkan adanya pembantaian. Kita mengutuk keras aksi biadab atas Muslim Rohingya tersebut,” pungkasnya.

Di sisi lain, dari penggalangan dana yang mereka lakukan, terkumpul sebanyak Rp3 juta. Dan semuanya itu akan diserahkan sebagai donasi kepada Muslim Rohingya.

“Bantuan yang kita peroleh ini akan kita serahkan ke Pengurus Wilayah (PW) GPA Sumut dan selanjutnya akan disalurkan ke para pengungsi Rohingya,” sebut ketiganya. (emzu)

Loading...

Mungkin Anda juga menyukai