Kondisi mayat saat ditemukan. (mrc)
Loading...

PERCUT SEITUAN (medanbicara.com)– Cewek pemilik toko grosir di Jalan Pasar VII Tengah, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumut, Sri Wahyuni (39) ditemukan Innalillahi dengan posisi telentang di depan pintu tokonya, Minggu (10/2/2019).

Informasi yang diperoleh, korban pertama kali ditemukan tewas oleh warga yang hendak berbelanja. Melihat ibu satu anak ini tergeletak sontak membuat suasana heboh, kabar itupun menyebar dengan cepat. Hitungan detik lokasi dipadati warga yang heboh ingin melihat korban secara langsung. Tak cuma warga sekitar, para pengguna jalan tak mau ketinggalan sehingga membuat jalan menjadi macet.

“Ibu itu janda anak satu, dan dia tinggal sendiri di dalam toko grosirnya. Anaknya tinggal di Jalan Makmur jaga neneknya. Penyebab pasti korban meninggal kami kurang tau, ada yang bilang kesetrum, ada juga bilang karena sakit,” kata warga sekitar, Yanti saat ditanyai wartawan.

Sejak awal ditemukan, sambung Yanti, warga tak bisa berbuat banyak karena pintu grosirnya terkunci dari dalam. Warga akhirnya menunggu pihak Kepolisian Sektor Percut Seituan untuk membuka pintu dan memeriksa keadaan korban. Tak lama berselang polisi tiba dan langsung melakukan pemeriksaan jasad korban.
“Kasihan lihatnya, banyak orang tapi hanya menonton saja. Tadi ada nampak badannya biru-biru, entah kesetrum atau jantung. Kalau mau tau pasti visumlah, Bang,” cetus wanita berjilbab ini sembari mengakhiri pembicaaraan.

Sementara Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri SH SiK ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, korban meninggal dunia diduga karena sakit. Hal itu dikuatkan dengan keterangan saksi Lisdawati (65).

“Menurut keterangan saksi, Minggu paginya sekira pukul 10,00 WIB korban meneleponnya dan memintanya datang ke toko. Di situ korban meminta tolong agar saksi menemaninya berobat ke rumah sakit. Selain itu, hasil pemeriksaan di tubuh korban tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan. Bagian membiru di telinga kanan korban diduga akibat benturan di lantai,” ungkap Faidil.

Sesuai permohonan keluarga, jenazah korban tidak dilakukan otopsi. Keluarga sudah menerima kematian korban yang diduga karena sakit dan tidak akan menuntut pihak manapun dikemudian hari.

“Setelah membuat surat pernyataan tidak keberatan dengan kematian korban. Jenazahnya diserahkan kepihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka,”jelas Faidil. (mrc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY