Jenazah Muas Efendi Nasution, salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat saat bertolak dari Cengkareng ke Pangkal Pinang beberapa waktu lalu, akhirnya tiba di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sabtu (10/11/2018) pagi sekira pukul 08.30 Wib.(mol)

DELISERDANG (medanbicara.com)-Jenazah Muas Efendi Nasution, salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat saat bertolak dari Cengkareng ke Pangkal Pinang beberapa waktu lalu, akhirnya tiba di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sabtu (10/11/2018) pagi sekira pukul 08.30 Wib.

Peti mati korban tiba dengan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6880 disambut langsung oleh pihak Lion Air Bandara Kualanamu, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Kualanamu dan Kapolsek Beringin, AKP Bambang H Tarigan.

Menurut Kapolsek Beringin, AKP Bambang H Tarigan, pihaknya membantu penyambutan jenazah korban pesawat Lion Air JT 610 yang tiba di Bandara Kualanamu.

“Kami langsung menyambut di Apron parkir VIP Bandara Kualanamu. Jenazah langsung dimasukkan ke mobil ambulans milik KKP dan selanjutnya jenazah diantar ke rumah duka untuk dimakamkan,” pungkas Bambang.

Jenazah Muas Efendi Nasution dibawa ke Marelan Pasar IV, Labuhan Deli. Dia menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang berhasil ditemukan tim SAR.

Sementara itu, Badan SAR Nasional (Basarnas) memutuskan menghentikan operasi pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat. Keputusan diambil setelah dilakukan evaluasi hasil pencarian korban selama tiga hari masa perpanjangan operasi.

“Berdasarkan evaluasi kita, peninjauan ke TKP, rapat staf dan masukan-masukan dari berbagai pihak. Kemarin kita hanya menemukan satu kantong jenazah, itu pun hanya pagi hari, setelah itu sore, malam, nihil. Hari ini kita cek ke lapangan, sampai saat ini juga nihil. Jadi, berdasarkan pantauan tersebut, kami dari Tim SAR Basarnas Pusat mengambil keputusan bahwa operasi SAR ini, secara terpusat disudahi atau ditutup hari ini,” kata Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi, di Posko Evakuasi Lion Air di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/11/2018).

Meski ditutup, tim SAR Jakarta dan Bandung disebut bisa melaksanakan operasi SAR bila mendapat informasi mengenai temuan korban. Ditegaskan Syaugi, tim SAR Jakarta dan Bandung akan siaga menindaklanjuti informasi-informasi soal temuan korban.

Dalam operasi gabungan, total ada 196 kantong jenazah yang dibawa dari area pencarian korban termasuk puing/benda terkait pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang tersebut. Sebanyak 77 korban pesawat Lion Air yang jatuh pada Senin (29/10) sudah teridentifikasi.

“Kami juga mohon maaf kepada seluruh masyarakat, terutama kepada keluarga korban, apabila dalam pelaksanaan evakuasi korban ini, belum menyenangkan semua pihak. Namun kita sudah melaksanakan sekuat tenaga, dengan kata kunci tiga yang selalu sampaikan, pemerintah hadir, serius, all-out dan bekerja memakai hati,” tutur Syaugi.

Syaugi juga mengapresiasi kinerja tim SAR gabungan dan semua pihak yang membantu operasi pencarian korban pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT610. (dtn/mol)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY