Putri sulung almarhum Muhajir, Desy Rahmawaty dan kerabatnya saat menyaksikan rekonstruksi. (mdc)

DELISERDANG (medanbicara.com)– Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan keluarga Muhajir di Dusun III, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Jumat (26/10/2018) sekira pukul 21.00 Wib.

Sepeninggal almarhum Muhajir, keluarga itu kini hanya dua putrinya tersisa, yaitu Desy Rahmawaty dan Pungky Rahmawaty.

Hartoyo, abang kandung Muhajir yang ditemui di sela-sela rekonstruksi mengatakan akan membawa keponakannya yang masih gadis itu ke Ciamis.

“Sudah seminggu saya di sini. Pungky nanti akan tinggal sama saya di Ciamis. Besok saya pulang ke kampung di Ciamis,” kata Hartoyo.

Pihak keluarga almarhum Muhajir juga mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang berhasil menangkap dan mengungkap kasus ini dengan cepat.

“Terima kasih sama polisi Pak Kapolda bisa menangkap pelaku,” kata keluarga almarhum Muhajir kepada wartawan di lokasi.

Sementara itu, terkait rumah peninggalan orangtuanya, Desy mengatakan bahwa untuk sementara ini dia belum berniat tinggal di situ.

“Kosongkan aja dulu bang karena masih trauma saya,” kata Desy.

Ibu satu anak itu juga mengatakan bahwa dia berencana akan mengikuti sidang terhadap para pelaku.

“Sidang nanti keluarga akan datang lihat. Kami ingin tahu hukuman apa yang dijatuhkan. Kami minta hukuman mati semua pelaku!” ketus Desy.

Menurut dia, bukan tanpa alasan mereka meminta para pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya. Karena, alasan para pelaku terkait pembunuhan orangtua dan adiknya sama sekali tak masuk akal.

“Nggak benar itu kata si Rio kalo bapak saya ngejek-ngejek orang itu. Keluarga kami nggak pernah ribut sama dia. Kami nggak tau kenapa dia tega membunuh keluarga saya!” tutur Desy mulai meneteskan air mata.

Keterangan Desy mendapat pengakuan dari beberapa warga yang menyaksikan adegan rekonstruksi. Menurut mereka, Suniati dan warga lainnya bahkan kurang kenal dengan pelaku Agus dan lainnya.

“Perbuatan mereka sangat biadab. Hukuman yang pantas, nyawa dibalas nyawa!” sorak warga.

Sesuai dengan pra rekonstruksi sebelumnya di Mapolres Deliserdang, polisi menggelar sekitar 40-an adegan pada rekonstruksi kali ini.

Pantauan di lokasi, ratusan warga ikut menyaksikan adegan demi adegan. Bahkan, mereka tak sungkan-sungkan memanjat atap seng rumah, untuk menyaksikan adegan pembunuhan yang menggemparkan itu.

Diketahui, manajer PT Domas Intiglass Muhajir dibunuh bersama istrinya Suniati serta anak mereka, M Solihin, dengan cara dibuang ke aliran Sungai Belumai, setelah diculik dari rumah pada Selasa (9/10/2018) lalu. Polisi berhasil meringkus otak pelaku pembunuhan di Kabupaten Kampar, Minggu (21/10/2018). Agus yang menjadi otak pelaku akhirnya tewas diterjang peluru polisi karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY