Pasangan suami istri (Pasutri) Muhajir (49) dan Suniati (50) bersama anak bungsunya M Solihin (12). (mdc)

DELISERDANG (medanbicara.com)-Ssst..! Polres Deliserdang sudah memegang dua orang terkait kasus penculikan dan pembunuhan sekeluarga, di Dusun Tiga Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumut.

Kedua orang yang diamakan berinisial AS dan S, yang diduga mengetahui dan ada keterkaitan dengan kasus penculikan serta pembunuhan yang menimpa keluarga Muhajir. Kedua orang itu disebut-sebut merupakan tetangga korban.

Kapolres Deliserdang, AKBP Edy Suranta Tarigan mengatakan, kedua warga yang diamankan saat ini setatusnya masih sebagai saksi. Edy mengaku sudah mengantongi salah satu tersangka dalam kasus tersebut.

Namun, dengan alasan penyidikan Edy belum bisa membeberkan identitas tersangka tersebut.

“Itu tidak bisa kita sebutkan di sini ya. Nanti saja tunggu hasil penyidikan,” katanya kepada wartawan, Rabu (17/10/2018).

Kapolres meminta doa dari masyarakat agar kasus penculikan dan pembunuhan disertai perampokan yang dialami Muhajir sekeluarga bisa segera terungkap.

“Polres diback up Polda (Sumut) langsung bergerak cepat ya. Kita berharap bisa segera terungkap kasus ini,” tandasnya.

Sementara, misteri hilangnya 3 orang sekeluarga akhirnya terungkap. Terakhir, jasad yang diduga sebagai Suniati, juga ditemukan tewas mengambang di kawasan Pulau Pandan, perairan laut Batubara, Selasa (16/10/2018).

Setidaknya, demikian hasil identifikasi sementara oleh pihak kepolisian dan pengakuan Desy Rahmawaty, putri dari pasangan Muhajir dan Suniati.

Kepada wartawan, Desy mengaku bahwa jasad wanita yang ditemukan oleh nelayan di perairan Batubara itu adalah ibunya, setelah melihat jenazah tersebut di RS Bhayangkara, Rabu (17/10/2018) sekira pukul 9.00 Wib.

“Saya menduga bahwa itu adalah almarhumah ibu saya setelah melihat ciri-ciri fisiknya,” kata Desy saat dihubungi wartawan.

Desy menjelaskan ciri-ciri itu antara lain, adanya bekas luka dibagian paha belakang kanan sang ibunda.

“Saya yakinnya setelah melihat giginya. Gigi ibu itu bagian depan agak besar. Terus agak rata seperti bekas dikikir, karena gigi ibu saya itu memang pernah dikikir,” kata dia.
Sementara itu, Desy mengaku tidak mengenali jasad pria yang ditemukan bersamaan dengan jasad wanita yang diduga sebagai ibunya Suniati.

Muhajir, Suniati dan putra mereka M Solihin, diketahui menghilang sejak Selasa (9/10/2018) pagi. Desy tidak merasakan firasat apa-apa pun sebelum kedua orangtua dan adiknya menghilang dan akhirnya ditemukan tewas dibunuh.

Menurut Desy, orangtuanya itu tak pernah terdengar bermasalah. Dia juga tak berani menduga-duga siapa yang telah berbuat begitu keji terhadap orangtua dan adiknya tersebut.
“Terakhir saya jumpa sama bapak itu Minggu pagi sekitar pukul 9.00 Wib. Sedangkan ibu masih ngobrol sama saya hari Senin pagi sampai sekitar jam 12.00 Wib,” jelasnya.

Sedangkan adiknya M Solihin, menurut Desy masih masuk ke sekolah pada hari Senin. Selanjutnya pada malam harinya, Desy masih bertemu dengan adiknya itu.

“Malam (Senin malam) itu kan hujan. Jadi saya masih sempat ngobrol juga sama adik saya itu. Baru dia pulang karena mau belajar. Kan lagi ujian mid semester dia,” beber Desy.

Desy juga memastikan bahwa ada beberapa barang yang hilang dari rumah orangtuanya itu.

“Gelang sama kalung mamak yang hilang. Selain itu ada 3 helai handuk, 2 yang sedang, 1 yang jumbo,” kata dia.

Ketika ditanya terkait tanda-tanda kehadiran orang lain saat orangtuanya diketahui menghilang, Desy mengaku tidak begitu memperhatikannya.

“Nggak ada tanda-tanda orang datang,” kata dia.
Meski begitu, Desy mengakui bahwa jalan dari kediaman orangtuanya itu bisa dilalui mobil tembus ke dua arah.

“Yang satu lagi bisa tembus dekat Tahu Sumedang itu bang,” katanya. (pjs/mdc/com)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY