Polisi saat melakukan pemeriksaan di kediaman AG. (mdc)

DELISERDANG (medanbicara.com)– Motif pembunuhan manajer PT Domas Intiglass, Muhajir (49) dan istrinya Suniati (50) serta putra mereka M Solihin (12), mulai menunjukkan titik terang.
Polisi sudah melakukan penggeledahan dan pemeriksaan di kediaman tersangka pelaku berinisial AG, tetangga keluarga tersebut di Dusun III, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa.

Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui motif pembunuhan Muhajir, istri dan anaknya tersebut, dipimpin Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak. Di lokasi juga terlihat Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Budiono S, dan sejumlah petugas forensik.

Rumah tetangga yang diperiksa polisi adalah rumah milik AG yang persis bersebelahan dengan rumah Muhajir. Dari dalam rumah, petugas mengamankan sejumlah barang, di antaranya baju, celana dan sepatu.

Seorang petugas forensik yang ditanya wartawan di lokasi menjelaskan sejumlah barang yang diamankan. “Di antaranya ada baju dan celana dengan sedikit bercak darah. Mau diuji di lab,” sebut petugas itu.

Saat ditanya wartawan terkait hasil pemeriksaan tersebut, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak belum bersedia memberikan keterangan. “Sabar ya, nanti,” jawabnya singkat.

Informasi yang dihimpun, polisi juga sudah mengamankan beberapa orang dengan status sebagai saksi untuk dimintai keterangan. Pantauan wartawan dari rumah yang belum dicat dan masih terpajang baliho Pilkada Sumatera Utara itu, polisi membawa beberapa bungkusan untuk diperiksa di Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Keterangan yang diperoleh dari beberapa tetangga AG, pria yang dikatakan aktif dalam salah satu organisasi buruh itu disebut pernah buron dalam kasus perampokan bersenpi.

“Dia itu pernah DPO perampokan pakai senpi,” sebut seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis. Pria 44 tahun itu juga diketahui sudah menghilang dari kediamannya sebelum kasus pembunuhan ini terungkap.

Keterangan dari keluarga dan beberapa tetangga, AG dan Muhajir memang pernah bertikai soal batas tanah, sebelum memasuki bulan Ramadhan 1439 H lalu.

“Tapi sudah bermaaf-maafan waktu itu,” ungkap warga.

Muhajir juga diketahui bukan penduduk asli di Desa tersebut. Berdasarkan pengakuan putri sulungnya, Desy Rahmawaty, keluarga mereka baru pindah ke Dusun III, Desa Bangun Sari itu sekira 7 tahun silam.

“Kami dari Ciamis (Jawa Barat) bang,” aku Desy kepada wartawan, Kamis (18/10/2018) di kediamannya.

Polisi kini memburu tersangka AG. Sementara D sudah ditahan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Sementara RW tewas dihabisi keduanya temannya.

Sebelumnya diberitakan, Muhajir dan istrinya, Suniah (50), dan anaknya M Solihin menghilang dari rumah pada Senin malam lalu (8/10/2018). Tiga hari kemudian, Kamis (11/10/2018), jasad Manajer PT Domas Intiglass tersebut ditemukan membusuk di Sungai Belumai dengan kondisi tangan dan kaki terikat.

Tiga hari kemudian, Minggu (14/10/2018), jasad M Solihin juga ditemukan di Sungai Belumai dengan kondisi membusuk, juga dengan tangan dan kaki terikat. Lalu, pada Senin petang (16/10/2018), jasad Suniah (50) dengan tangan terikat dan mulut dilakban ditemukan di perairan Pulau Pandan, Kabupaten Batu Bara. (mol/mdc/msc/com)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY