LUBUK PAKAM (medanbicara.com) – Terkait masalah Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, Dirut PT Jasa Marga Kualanamu Tol, Agus Suharjanto, menjabarkan seksi Kualanamu-Sei Rampah adalah sepanjang 42 Km merupakan bagian dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi (seksi 2-seksi 6) yang dikelola PT Jasamarga Kualanamu Tol.

“Seksi ini memiliki potensi untuk memperkuat pengembangan wilayah, khususnya untuk mendukung pergerakan perekonomian melalui peningkatan kelancaran arus barang dan jasa,” kata Agus Suharjanto kepada wartawan di sela konfrensi pers acara Festival Jalan Tol Jasa Marga Ruas Kualanamu-Sei Rampah, di GT Lubukpakam, Jumat (29/9) sore.

Dijelaskannya, Jalan Tol Kualanamu-Sei Rampah, juga menyambung jalan tol Jasa Marga yang telah beroperasi sebelumnya, yaitu Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa, di mana titik pertemuan antar dua jalan tol tersebut adalah di Tanjung Morawa.

IMG-20170929-WA0044p

Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, lanjutnya, merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera dengan total panjang jalan tol 61,70 Km terbagi atas beberapa seksi, yakni seksi 1A: Tanjung Morawa-Tanjung Baru, seksi 1: Tanjung Baru-Parbarakan, Seksi 2: Kualanamu-Kemiri-Parbarakan, seksi 3: Parbarakan-Lubukpakam, seksi 4A:Lubukpakam-Adolina, seksi 4B: Adolina-Perbaungan, seksi 5: Perbaungan-Teluk Mengkudu, seksi 6: Teluk Mengkudu-Sei Rampah, seksi 7A: Sei Rampah-Sei Bamban, seksi 7B: Sei Bamban-Tebingtinggi.

“Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun 2018 dan sebagai bagian dari Trans Sumatera yang diharapkan mampu memperlancar arus distribusi barang dan jasa serta memberikan alternatif pilihan bagi pengguna jalan untuk menuju ke kota tujuan dengan aman, lancar dan nyaman. Jalan tol ini juga bisa kami klaim sebagai jalan tol terpanjang se Indonesia di luar Pulau Jawa,” pungkasnya. (emzu)

TIDAK ADA KOMENTAR