MEDAN (medanbicara.com) Kapolda Sumut menegaskan kalau pilot helikopter milik Polri yang membawa pengantin di Lapangan Haji Adam Malik Iptu Togu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dilakukannya. Pasalnya hal tersebut dinilai melanggar prosedur.

“Tidak sesuai dengan prosedur. Sehingga pertanggungajawabannya nanti kita minta kepada personil yang mengawaki sarana kepolisian itu,” kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan, Jumat (2/3).

Ia menjelaskan, karena pilot tersebut merupakan Bantuan Kendali Operasi (BKO), Poldasu akan membuat laporan ke Mabes Polri.

“Ini (pilot) statusnya BKO, jadi kami harus lapor dan kemudian menyerahkan kepada Mabes Polri,” ucap dia.

Tapi apabila ada perintah dari Mabes Polri agar Poldasu yang melakukan pemeriksaan, pihaknya siap menindaklanjutinya.

“Kecuali kalau ada perintah dan petunjuk lebih lanjut untuk kita melakukan penyelidikan baru kami lakukan,” ujarnya.

Kapoldasu sendiri membantah bila dugaan kalau pihak pengantin ada memiliki hubungan dengan keluarga Polri. Namun ia menyatakan terjadinya peristiwa ini lantaran ada hubungan personal pilot dengan pihak pengantin.

“Apakah ada dugaan kepolisian dalam kegiatan pesta itu, tidak ada. Jadi ini hanya hubungan personal yang dibangun oleh pihak sedemikian rupa. Tapi jika nanti dibutuhkan untuk kepentingan pengembangan pihak pengantin akan dipanggil,” ungkapnya.

Kapoldasu menegaskan kalau aturan tidak memperbolehkan untuk memanfaatkan sarana negara untuk kepentingan pribadi atau kelompok kecuali dinas.

“Apabila nanti ada terbukti proses selanjutnya akan kita serahkan ke angkumnya (atasan yang berhak menghukumnya),” sebut Paulus.

Pihak kepolisian juga masih mendalami adanya pinjam atau sewa helikopter dalam proses membawa pengantin itu.

“Sedang didalami. Kalau Poldasu yang diminta untuk mendalami kita akan jalani. Tapi kalau tidak ada perintah ya Mabes Polri yang menangani,” ucapnya.

Kapoldasu sendiri mengakui kalau video yang beredar tersebut terindikasi kuat kalau pengantin naik helikopter.

“Kalau di video itu terindikasi, (pengantin) ada naik pesawat,” pungkasnya. (emzu)

TIDAK ADA KOMENTAR