Tersangka pembunuh Sandro Simanjuntak. (mtb/pjs)

TAPSEL (medanbicara.com)-Usaha kepolisian mengungkap aksi pembunuhan koban bernama Sandro Simanjuntak yang ditemukan membusuk di kebun jagung warga, akhirnya berbuah manis.

Selasa (4/9/2018), pihak kepolisan berhasil menemukan pelakunya. Pelaku bernama Gismar Simanjuntak itu, dijemput polisi dari kediamannya.

“Kita minta kepada keluarga untuk membujuk (pelaku) agar menyerahkan diri. Dan Alhamdulillah, cara persuasif kami didengar dan pelaku akhirnya menyerahkan diri,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Isma Wansa.

Gimsar Simanjuntak, pelaku pembunuh Sandro Simanjuntak dijemput petugas Polres Tapsel di Tantom Angkola, rumahnya, Selasa (4/9) pagi. Pelaku dan korban masih teman satu kampung.

Kepada petugas, pria yang sebelumnya sempat melarikan diri ini mengaku sebagai pembunuh Sandro yang masih semarga dengannya.

“Pelaku telah mengakui dan bertanggung jawab sebagai orang yang melakukan pembunuhan terhadap korban Sandro Simanjuntak,” ucap Kasat yang masih mendalami apa motif pasti dari kejadian tersebut.

Dari penyelidikan sementara, kata Isma, pelaku merasa sakit hati kepada korban karena mengganggu anaknya saat mereka sedang minum tuak di lopo milik A Simanjuntak (paman korban). Rupanya, korban mengancam akan membunuh pelaku karena dikatai kasar oleh anak pelaku.

“Anak pelaku diganggu korban, lalu dikatai kasar sama anak korban. Dan korban menanyakan siapa yang mengajarinya, biar dibunuhnya,” jelas pria lulusan Akademi Polisi (Akpol) ini.

Lalu, pelaku mengajak korban pergi dengan menggunakan sepeda motor. Di tengah jalan, korban minta berhenti lalu mengajak pelaku berkelahi sambil memegang pisau. Merasa tertantang, pelaku merebut pisau korban dan menghujaminya dengan sejumlah tusukan hingga roboh tak bernyawa. Kemudian pelaku meninggalkan korban di kebun jagung milik warga setempat.

Seperti diberitakan, sebelum mayat Sandro ditemukan Rabu (29/8) pagi, dari keterangan warga Sandro sempat minum tuak bersama temannya di kebun miliknya di Dusun Batu Nabotar, Desa Purbatua, Tantom Angkola, Tapsel, Minggu (26/8) siang.

Sore harinya, bersama kedua temannya YD dan BS, mereka pergi ke lopo (warung) milik A Simanjuntak (Paman korban). Di sana mereka kembali minum tuak beberapa gelas, dan kemudian kedua temannya meninggalkannya di lopo tersebut.

Diketahui malam harinya, dari lopo pamannya, korban terlihat bersama salah satu warga yang dikenal korban dan pergi dengan menggunakan sepeda motor. Usai itu korban tidak diketahui lagi keberadaannya.

Rupanya ibu korban, Nuramida Boru Manullang merasa cemas dan sibuk mencari putranya yang tak kunjung pulang ke rumah. Selasa (28/8) siang, Nuramida mendatangi BS, teman korban yang diketahui sering bersama putranya.

Ia mendapat cerita, kalau Sandro memang ada bersama mereka, dan terakhir kali bersama di lopo A Simanjuntak, Minggu (26/8) sore. Setelah itu tidak tahu lagi. Bahkan, Nuramida meminta agar BS menghubungi nomor handphone anaknya namun tak kunjung mendapat jawaban.

Kekhawatiran Nuramida pun berakhir kesedihan, Rabu (29/8) pagi, ia mendapat kabar putranya yang tak pulang selama tiga hari itu sudah ditemukan. Sandro ditemukan warga di kebun jagung milik Kolbert Simanjuntak, warga yang sama. (yza/mtb/pjs)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY