Bule ayng kena rampok. (ant)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)-Robert Jannies, wisatawan asal Prancis menjadi korban jambret di belakang rumah dinas Gubernur Sumatera Utara, di Jalan Cipto Mangunkusumo Medan, Rabu (10/7/2019).

Ia bersama dengan istri dan kedua anaknya dijambret saat mengelilingi Kota Medan dengan menumpangi becak motor (betor).

Berdasarkan keterangan Jannies saat dijumpai wartawan di Polrestabes Medan, barang miliknya yang dirampas oleh pelaku penjambretan adalah handphone (HP) dan kamera.

“Handphone dan kamera polaroid milik saya,” katanya, saat handak memasuki ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Medan, Rabu siang.

Berdasarkan keterangan Reza, selaku pemandu wisata, pelaku penjambretan sebanyak dua orang dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario.

“Dua orang pelakunya. Satu rambutnya keriting, yang satunya lagi saya kurang ingat,” katanya saat dijumpai wartawan di Polrestabes Medan usai membuat laporan pengaduan korban kejahatan.

Ia menambahkan, kedua pelaku penjambretan ini mengambil satu unit kamera Polaroid dan satu unit telepon seluler (Ponsel) milik wisatawan tersebut.

“Tiba-tiba aja dari belakang kami dia (pelaku) langsung menyambar gitu aja. Saya rasa pun pemakai narkobanya itu,” ujarnya.

Wisatawan sekeluarga yang ternyata baru pertama kali ke Indonesia dan baru saja tiba di Kota Medan, Rabu(10/7), rencananya akan berwisata ke Tangkahan dan Bukit Lawang yang berada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk menghabiskan waktu libur musim panas.

Namun, belum sempat melakukan liburan, wisatawan ini malah mengalamani kejadian nahas.

“Rencannya mau liburan ke Tangkahan sama Bukit Lawang. Baru sampai di Medan tadi siang, malah kena jambret,” katanya.

Reza yang datang bersama Robert, wisawatan yang menjadi korban penjambretan, berharap pihak kepolisian segera memproses laporan pengaduan tersebut.

“Kalau bisa diproses lah, dan lebih ditingkatkan lagi keamanan di Kota Medan kita ini,” ujarnya. (ant)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY