Robet Manurung dan Dodi ditembak pada kedua kakinya. (ist/mdc)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)–Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan menangkap 3 tersangka perampokan Alfamart di Jalan Kapten B Sihombing, Kecamatan Percut Sei Tuan yang beraksi, Minggu, 28 April 2019 lalu.

Satu di antaranya Riky Maulana Lubis (26), warga Jalan Sei Bahorok, Medan–bahkan harus meregang nyawa setelah dadanya ditembus peluru petugas, Sabtu (31/8/2019) kemarin. Sedangkan temannya beraksi, Dodi Yolanda Lubis alias Dodi (40) ditembak, pada kedua kakinya.

Sementara itu, satu tersangka lainnya Robert Manurung (35), ditangkap polisi karena ikut menikmati uang hasil rampokan dan menyediakan rumahnya sebagai tempat perencanaan kejahatan tersebut.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim, AKBP Putu Yudha Prawira dan Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo memaparkan pengungkapan kasus tersebut di RS Bhayangkara Medan, Senin (2/9/2019) siang.

Penangkapan kedua tersangka, jelas Dadang, berdasarkan Laporan Polisi nomor: LP/1168/K/IV/2019/SPKT Percut, tanggal 29 April 2019, oleh Misna.

“Kejadiannya Minggu 28 April 2019 sekitar pukul 09.27 Wib. Kedua tersangka ini merampok Alfamart di Jalan Kapten Batu Sihombing, Kelurahan Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan,” jelas Dadang.

Setelah melakukan penyelidikan, personel Sat Reskrim Polrestabes Medan berhasil mengidentifikasi para pelaku.

Jumat (30/8/2019) sekira pukul 02.00 Wib, polisi mendapat informasi bahwa Dodi sedang berada di rumahnya di Pasar 8 Marelan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Pegasus Unit Pidum Polrestabes Medan langsung menuju ke kediaman Dodi dan berhasil meringkus pria itu.

“Berdasarkan keterangan tersangka Dodi, aksi perampokan itu dilakukan bersama temanya Riky dan dari hasil rampokan itu mereka memberikan Rp200.000 kepada Robet Manurung, karena rumahnya digunakan sebagai tempat perencanaan perampokan,” jelasnya.

Polisi kemudian langsung memburu Robet dan berhasil menangkap pria itu di kediamannya. Keesokan harinya, Minggu (31/8/2019) sekira pukul 04.00 Wib, polisi kembali mendapat informasi bahwa Riky sedang berada di Jalan Setia budi Medan.

“Tim langsung bergerak ke alamat tersebut dan melihat tersangka Riky sedang duduk di sebuah warung. Tersangka langsung diamankan pada saat itu,” beber Dadang.

Dari hasil interogasi, Riky mengaku telah melakukan perampokan tersebut bersama Dodi. Polisi kemudian membawa Riky untuk mencari barang bukti berupa pisau yang telah dibuang usai melakukan aksi perampokan.

“Namun pada saat menunjukkan di mana barang bukti pisau dibuang di di daerah Pasar V Tembung, tersangka Riky berusaha merebut senjata petugas sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak ke arah dadanya,” jelasnya.

Petugas kemudian membawa Riky ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan, namun tidak tertolong lagi.

“Tersangka Riky ini juga adalah residivis kasus serupa. Tahun 2014, tersangka merampok swalayan Indomaret di daerah Sunggal dan begal juga di wilayah hukum Polsek Sunggal,” sebut Dadang.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan Dodi, dari hasil perampokan pada Minggu (28/4/2019) itu, dia mendapat bagian Rp8.000.000, sedangkan Riky mendapat Rp7.000.000.

Diketahui, aksi itu perampokan itu dilakukan saat Misna dan temannya sedang bekerja di Alfamat Jalan Kapten B Sihombing.

Kedua tersangka datang mengendarai Honda Spacy warna hitam dan parkir di depan toko.

Selanjutnya, kedua pria itu masuk ke dalam toko dan langsung menodongkan pisau ke arah Misna dan temannya. Kemudian, kedua karyawan Alfamart itu disekap di kamar mandi.

Salah satu tersangka kemudian ke kasir dan mengambil uang Rp17.984.000, 2 unit HP (Samsung dan Vivo V13) serta satu dompet berisi uang Rp500.000, KTP, ATM Mandiri, BCA atas nama Rabiyatul Adawiyah.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa, sebilah pisau, 2 potong celana panjang jeans, kemeja warna merah, helm warna merah, 2 pasang sepatu, sepedamotor Honda Spacy warna hitam, jaket warna hitam dan baju warna biru–yang digunakan keduanya saat beraksi merampok. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY