Kedua tersangka jambret terkapar di TKP. 9mdc)

MEDAN (medanbicara.com)-Dua pelaku jambret ini gagal menjambret. Bukan itu saja, keduanya malah sekarat masuk rumah sakit. Lho, kenapa?

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua pemuda yang belum diketahui identitasnya itu awalnya menjambret tas milik Jessica (19), warga Jalan Sambas Medan, Minggu (21/10) sekira pukul 06.00 WIB, di Jalan Sejati Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung.

Saat itu korban menyandang tas warna pink bersama kedua orangtuanya baru turun dari mobil.

Kemudian datang dua pelaku dengan mengendarai sepeda motor menghampiri korban dan langsung menarik tas korban kemudian kedua pelaku pergi menuju Jalan Aksara.

“Korban spontan menjerit dan mengatakan rampok, kemudian orangtua korban langsung menghidupkan mobil dan mengejar kedua pelaku sembari mengatakan, rampok…rampok,” ucap Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri.

Diduga karena terus dikejari dan diteriaki rampok, kedua pelaku gamang dan tidak konsentasi. Keduanya menabrak trotoar serta tiang listrik dan terjatuh.

Kemudian orangtua korban turun dari mobil serta mengambil tas milik pelapor dan pergi meninggalkan pelaku untuk membuat laporan ke Polsek Percut Seituan.

“Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan memboyong kedua pelaku yang sudah dalam kondisi kritis ke RS Pringadi Medan,” sebut Kapolsek.

Kedua pelaku kini masih dirawat di RSUD dr Pringadi Medan. Polisi memastikan kedua pria itu tetap akan diproses hukum.

“Salah seorang tersangka berinisial RA (26), warga Jalan Pimpinan. Seorang lagi belum diketahui identitasnya. Kita akan jerat dengan pasal 365 yo 363 ayat 2 Kuhpidana. Ancamannya 9 tahun penjara,” tandas Faidil. (pjs)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY