2 dari 3 pelaku yang masih hidup digiring petugas. (msc)

MEDAN (medanbicara.com)– Pembunuhan Muhajir bersama istri dan anaknya diakui para pelaku gara-gara persoalan sepele. Hal itu terungkap ketika tersangka Rio diinterogasi Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, di RS Bhayangkara Poldasu, Senin (22/10/2018) sekira pukul 17.15 Wib.

Rio mengaku dia diajak AH untuk melakukan aksi pembunuhan itu, karena AH merasa sakit hati dan dendam kepada Muhajir dan istrinya. Dia juga mengaku, bahwa untuk pekerjaan tersebut, dirinya tidak mendapat imbalan apa-apa.

“Namanya kawan, makanya ikut dia,” kata Rio di hadapan wartawan.

Menurut Rio, Agus sakit hati karena selalu disebut sebagai ‘Pasukan Gajah’ oleh Muhajir dan istrinya.

“Kata dia (Agus) keluarga korban sering mengejeknya. Mereka (Suniati dan Muhajir) selalu mengatakan, ‘Pasukan gajah wis teko (pasukan gajah sudah datang)’ kalo nampak dia,” tutur Rio menirukan ucapan keluarga Muhajir.

Namun menurut dia, mereka juga membalas dengan mengatakan, “Tuyul.. tuyul,” kepada keluarga Muhajir, karena tubuh mereka memang terbilang kecil-kecil.

Akhirnya Agus dan dirinya merencanakan pembunuhan tersebut dua hari sebelum keluarga Muhajir diketahui hilang.

“Kami rencanakan dua hari sebelumnya (Minggu 7/10/2018). Terus kami datang ke rumah korban malam itu (Senin, 8/10/2018), sekira jam 23.30 Wib. Waktu itu hujan deras, Agus pura-pura mau minjam uang,” kata Rio.

Sementara itu, menurut Rio, dia menunggu di depan rumah dengan membawa sangkur yang sudah disiapkan. Namun menurut dia, sangkur itu hanya untuk menakut-nakuti saja, dan saat itu memang tidak dipergunakan.

Selanjutnya, begitu Agus masuk ke dalam rumah, dia langsung memukul Muhajir. Namun, sesaat setelah Muhajir dipukul, Suniati keluar dan menjerit.

“Jadinya saya ikat dan sumpal mulutnya biar jangan teriak,” kata Rio. Tak lama kemudian, diduga mendengar kegaduhan, M Solihin pun keluar dari kamar. Khawatir ada saksi tindakan mereka, Rio dan Agus kemudian segera mengikat Solihin.
Selanjutnya, ketiga orang itu dibawa dengan menggunakan mobil rental, Toyota Ayla, BK 1465 MG, yang dikemudikan oleh Dian, dan tiba di lokasi pembuangan Selasa (9/10/2018) sekira pukul 3.00 Wib.

Di lokasi, ketiga korban kemudian dibuang ke aliran sungai dalam keadaan hidup. Setelah memastikan ketiganya tewas, mereka pun pulang dan berpencar. Dian kemudian memulangkan mobil, sementara Agus dan Rio, melarikan diri hingga tertangkap, Minggu (21/10/2018) kemarin. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY