ilustrasi

SULSEL (medanbicara.com)– Pedih, gadis 16 tahun, Mekar-nama samaran-jadi pemuas nafsu keluarganya. Ia dijadikan ‘piala bergilir’ oleh paman, ipar, hingga sepupunya.

Setelah mendapat laporan, polisi bergerak cepat dan menangkap seluruh pelaku yang masih satu keluarga tersebut. Dua di antara pelaku masih di bawah umur.

Kasubbag Humas Polres Bantaeng-Polda Sulsel, Bripka Sandi, membenarkan peristiwa pemerkosaan tersebut saat dikonfirmasi wartawan. “Korban diperkosa oleh paman dan anggota keluarga lainnya,” kata, Rabu (31/10/2018).

Kasus ini terungkap dan ditangani polisi, setelah korban yang masih duduk di bangku SMA melaporkan peristiwa pahit yang dialaminya ke Polres Bantaeng.

Dalam laporannya, korban mengaku kabur dari rumah pamannya di Kecamatan Bissappu, Bantaeng, karena tidak tahan atas pelecehan dan pemerkosaan yang dilalukan kepadanya. “Setelah berhasil kabur dari rumah pamannya, korban melaporkan paman dan anaknya,” sebutnya.

Korban mengaku, ia mendapat pelecehan seksual dan pemerkosaan selama setahun, sejak 2017 hingga 2018. “Korban tinggal dirumah pamannya sejak ayah kandungnya menikah lagi dan ibu kandungnya sudah meninggal,” ungkap Sandi.

“Ketiga tersangka dikenakan pasal yang berbeda-beda dikarenakan ada tersangka yang masih di bawah umur dan pelaku lain tidak melakukan pemerkosaan, namun meremas dan melakukan pelecehan seksual,” terangnya. (dtn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY