Kondisi mayat saat ditemukan. (tik)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)–Tiga hari setelah jasad Debora Krisna Sinaga alias Kak Naga (45) ditemukan membusuk di kamar kosnya di Jalan Bunga Sedap Malam XIV A, belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab kematian pelayan kafe tersebut.

Dari keterangan beberapa penghuni kos tersebut diketahui bahwa ada bekas benturan di kepala Debora. Mereka bahkan menduga bahwa Debora tewas karena dibunuh.

“Dibunuh itu bang, karena mukanya ada biru-biru. Sebelumnya pun memang kami dengar kakak itu ribut sama cowoknya,” ungkap Dede di lokasi kejadian diamini beberapa temannya.

Meski begitu, Dede mengaku tidak mengetahui lebih rinci soal pria yang disebut sebagai pacar Debora tersebut, karena wanita itu baru berkisar 2 bulan tinggal di kos-kosan itu.

“Kami nggak tau siapa nama cwoknya itu, tapi beberapa kali dia datang ke kos. Terakhir seminggu yang lalu itu datang, di situ mereka ribut bertengkar. Orangnya kecil-kecil. Umurnya berkisar 35 sampai 40 tahun,” bebernya.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu M Syarif Ginting saat di konfirmasi mengenai penyebab kematian Debora. Polisi masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara Medan.

“Belum diketahui hasil otopsinya, jadi belum bisa disimpulkan penyebabnya. Sementara luka tidak ada, hanya di kepala ada bekas benturan,” ungkapnya, Senin (1/4/2019) sore.

Benturan tersebut diduga dilakukan oleh Debora sendiri, karena wanita itu memiliki riwayat penyakit darah tinggi (hypertensi).

“Kemungkinan kepala dibenturkannya. Karena korban punya riwayat penyakit darah tinggi. Namun demikian masih tetap kita lakukan penyelidikan,” pungkas Syarif. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY