MEDAN (medanbicara.com) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Poldasu mengungkap sindikat ‘ninja’ sawit dan penadahnya.

“Enam ninja sawit dan dua penadahnya ditangkap di tiga lokasi berbeda,” ungkap Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw dalam konferensi pers di pelataran parkiran belakang Markas Polda Sumut, Senin (5/3).

Lebih jauh Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, pengungkapan dilakukan Subdit IV/Tipiter dipimpin AKBP Robin Simatupang. Pengungkapan dilakukan setelah Poldasu menerima laporan dan berkoordinasi dengan pihak PTPN IV.

Dari penyelidikan, polisi pun menggerebek Gudang UD Risky di Desa Baja Dolok, Tanah jawa Simalungun. Dari lokasi itu, polisi mengamankan tiga tersangka antara lain maling inisial IS dan dua penadah, NL dan ISM.

Kemudian polisi menggerebek UD Pengusaha Muda di Desa Sibagisat, Kecamatan Tanah Jawa simalungun. Polisi mengamankan pengelola lokasi inisial AS dan dan seorang ninja sawit.

Selanjutnya, polisi menggerebek Gudang UD Mandiri, Desa Patonduhon, Kabupaten Simalungun dan mengamankan pengelola lokasi inisial NS.

“Dari pengungkapan kasus ini, kami menyita 13 ton tandan buah sawit, uang kontan senilai Rp 157 juta lebih dan alat-alat untuk mencuri seperti sembilan batang alat dodos, empat buah kapak, dua unit timbangan, satu kendaraan alat angkut dan sebuah kayu,” kata Waterpauw.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu Kombes Toga Panjaitan menjelaskan, dalam menjalankan aksi pencurian itu, para pelaku kerap menyamar sebagai pengembala hewan ternak dan pengumpul rumput yang mencuri TBS milik PTPN.

Para pelaku menggunakan modus mencampur sawit hasil curian dengan milik masyarakat, selanjutnya dijual kepada penadah kecil dan besar.

“Dari keterangannya, para pelaku sudah menjalankan aksi itu selama 8-10 tahun,” tandasnya.

Demi menekan angka pencurian tandan buah sawit segar, Kapolda Sumut menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PTPN khususnya PTPN IV untuk memperkuat pengamanan barrier di setiap lokasi perkebunan.

“Kami sudah berkoordinasi. Kami anjurkan supaya memasang satpam dan dibantu kepolisian. Bila perlu dibantu tentara. Karena hal ini demi kepentingan rakyat banyak,” pungkasnya. (emzu)

TIDAK ADA KOMENTAR