Tersangka saat diboyong petugas. (mdc)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)–Misteri kematian pelayan kafe di Jalan Bunga Sedap Malam XIVA, Helda Krista Debora Sinaga alias Mak Krista (45), sebelumnya disebut Debora Krisna Sinaga, akhirnya terungkap.

Personel Ditreskrimum Subdit III Unit II Buncil bersama Team IT Ditreskrimum Polda Sumut berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan Mak Krista, Selasa (9/4/2019) sekira pukul 08.00 Wib.

Informasi yang diperoleh, terduga pelaku adalah kekasih Deboba sendiri yang bernama Ferdinan Sihombing alias Landong (29). Pria itu diamankan petugas dari persembunyiannya di Desa Lumban Barat, Paranginan, Humbahas.

Kasubdit III/Jahtanras Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak dalam keterangannya mengatakan, peristiwa pembunuhan itu terjadi bermula saat Landong mendatangi Cafe Century yang merupakan tempat Debora bekerja di Jalan Ngumban Surbakti, Selasa (26/3/2019) sekira pukul 23.00 Wib.

Di sana, Landong yang memang memiliki hubungan khusus dengan Debora melihat kekasihnya itu sedang duduk dan melayani seorang pengunjung cafe. Melihat itu, Landong pun merasa cemburu.

Sementara itu, Debora yang mengetahui keberadaan Landong langsung permisi kepada temannya untuk pulang lebih awal. Selanjutnya, Debora berjalan menuju kos-kosannya yang terletak di Jalan Bunga Sedap Malam XIV A.

Saat itu, Landong pun sempat menjambak rambut Debora sembari berjalan menuju kos-kosan yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari kos-kosan tersebut.

Sesampainya di kos, Rabu (27/3/2019) sekira jam 01.00 Wib, keduanya pun tiba di kos-kosan milik Debora.

Di sana, keduanya sempat terlibat cekcok mulut hingga Debora menyuruh Landong keluar dari kamarnya. Namun, perintah Debora itu membuat lelaki yang tinggal di Jalan Karya, Pasar V, Cinta Damai, Medan Helvetia itu semakin emosi.

Menggunakan siku tangan kanannya, Landong pun mencekik leher wanita itu. Tak sampai di situ, lelaki yang disebut-sebut sudah berkeluarga itu pun membanting Debora hingga kepalanya membentur lantai.

“Di dalam kamar tersangka memiting korban dan membantingnya sehingga kepala korban terbentur ke lantai. Lalu tersangka menduduki perut korban dan mengatakan, pergi lah kau sekarang, bawa baju-bajunya semua. Nggak ada lagi artinya kita sama,” kata Maringan dalam keterangannya, Rabu (10/4/2019).

Belum puas menganiaya sang kekasih, Landong kembali menjepit leher Debora menggunakan siku kanannya selama 15 menit hingga wanita itu akhirnya tak bersuara lagi. Melihat itu, Landong segera melepaskan cekikannya dan melihat lidah Debora sudah menjulur keluar.

“Melihat itu tersangka mengangkat kepala korban dengan kedua tangannya. Kemudian membantingkan kepala korban ke lantai sebanyak dua kali dan korban tidak lagi bergerak dengan posisi terlentang dan dari mulut mengeluarkan darah,” beber Maringan.

Setelah menghabisi kekasihnya itu, Landong yang sudah panik masih sempat mengambil dompet Mak Krista yang berisikan uang tunai Rp250 ribu. Tak cuma itu, Landong kemudian mengemas pakaiannya dan meninggalkan jasad Debora di dalam kamar dengan pintu terkunci.

“Tersangka sempat mengambil barang korban berupa dompet warna pink yang di dalamnya terdapat uang sebesar Rp250 ribu. HP merek Mito warna Hitam dan Merah. Selanjutnya tersangka pergi dengan mengunci pintu kos-kosan dan kunci pintu tersebut dilemparkan ke dalam ruangan kamar dari jendela kaca nako,” beber perwira berpangkat dua melati emas itu.

Seiring penangkapan Landong, polisi juga mengamankan barang bukti sepotong celana jeans warna biru tua, baju kaos warna abu-abu, sepasang sandal warna hitam dan dua buah kunci.

“Saat kita lakukan pengembangan untuk.mencari barang bukti, tersangka mencoba kabur dan melawan petugas. Maka kita lakukan tindakan tegas terukur dan mengenai betis kanan tersangka,” tegas Maringan Simanjuntak.

Sebelumnya diberitakan, warga yang bermukim di Jalan Bunga Sedap Malam 14 A mendadak geger. Pasalnya, di salah satu kamar kos di lokasi itu, ditemukan sesosok mayat perempuan. Sontak temuan itu membuat warga geger dan berduyun-duyun ke lokasi, Jumat (29/3/2019) sekira pukul 15.30 Wib.

Selidik punya selidik, jasad wanita itu merupakan Helda Krista Debora Sinaga alias Mak Krista. Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai pelayan Cafe itu pun disebut-sebut sudah 3 hari tidak terlihat beraktifitas. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY