Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dr Suryadi Panjaitan SpPD (tengah), dan Wadir pelayanan dan keperawatan Rushakim (paling kiri).

MEDAN (medanbicara.com)

Manajemen RSUD dr Pirngadi Medan membuat agrement atau perjanjian dengan 144 dokter untuk peningkatan pelayanan.

Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dr Suryadi Panjaitan SpPD mengatakan, dalam perjanjian yang sudah berlaku awal Januari 2018 lalu disebutkan semua dokter wajib masuk pagi pukul 09.00 WIB dan pulang paling cepat pukul 13.00 WIB. Pulang pukul 13.00 WIB dengan catatan sampai siap pelayanan pasien dirawat jalan.

“Wajib ada jam 9 karena adanya pendaftaran di tempat pendaftaran pasien. Tapi dokter datang lebih cepat karena ada visite ke ruangan.
Juga wajib visite atau mengunjungi pasien setiap hari termasuk hari libur atau on call,” tegas Suryadi, Senin (2/4) di RS Pirngadi.

144 dokter tersebut, lanjut Suryadi, baik dokter yang PNS dan swasta, dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis.

Begitupun, jelasnya, manajemen rumah sakit juga akan memperbaiki jasa medis para dokter karena itu merupakan hak mereka.

Menurut Suryadi, untuk peningkatan pelayanan itu ke depannya hal yang penting adalah menjalin komunikasi yang baik dan adanya keterbukaan.

“Manajemen yang baik harus memperbaiki sistimnya untuk kebaikan bersama khususnya kepada masyarakat karena itu berkorelasi langsung dengan pelayanan,” ujarnya.

Dengan adanya perjanjian itu, sambung Suryadi kembali,maka akan ada sanksi bagi para dokter yang tidak mematuhinya. Dimulai dari teguran lisan setelah adanya masukan dari komite medik.

“Kita buat agrement. Ada teguran lisan dan ke depan harus ada perubahan. Kalau tidak bisa dibimbing, kita keluarkan. Kesejahteraannya kita perhatikan. Apalagi rumah sakit Pirngadi ikonnya Medan dan ikonnya Sumut,” tegasnya.

Bahkan sejak diterapkannya perjanjian tersebut, Suryadi mengatakan sudah banyak dokter yang ditegur.

“Saat ini kita sudah ada dokter spesialis baru yang masuk seperti dari Obgyn dan spesialis lainnya,” imbuhnya.

Sedangkan dalam menghadapi pasien, menurut Suryadi, harus dihadapi dengan sabar dan sabar menghadapi perilaku pasien dan keluarganya.

“Memang pasti ada kekecewaan atau keluhan pasien apalagi ribuan jumlahnya,” timpal Wadir pelayanan dan keperawatan Rushakim didampingi Kasubag Hukum dan Humas Edison Perangin angin.

Bahkan untuk meggambarkan persoalan yang dihadapi, Suryadi yang belum lama memimpin rumah sakit milik Pemko Medan ini mencontohkan, banyaknya jendela rumah sakit, begitulah banyaknya persoalan rumah sakit.

” Ada 1806 pegawai, 600 nya honor dan sudah dilakukan evaluasi. Juga penempatan orang yang layak. Meningkatkan kualitas SDM dan terus melakukan perbaikan sarana. Karenanya, kalau ada sesuatu kita diskusikan. Dan kita meminimalisasi adanya keluhan,” tandasnya. (fatimah)

TIDAK ADA KOMENTAR