Jembatan kembar Sungai Deli yang kolongnya sangat rendah sehingga mengganggu arus lalulintas pelayaran para nelayan yang hendak melaut. (lir)
Loading...

MEDAN LABUHAN (medanbicara.com)-Pembangunan kolong jembatan kembar Sungai Deli, di Jalan KL Yos Sudarso Km 20,7, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan oleh Dinas Balai Pekerjaan Jalan Nasional II melalui kontrantor PT BMA sangat rendah.

Sehingga para nelayan yang bermukim di Jalan Young Panah Hijau Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan mengeluh. Rendahnya kolong jembatan tersebut sangat mengganggu aktivitas keluar masuk kapal nelayan yang hendak melaut. Kapal milik nelayan menjadi terhambat ketika akan melintasi kolong jembatan apalagi di saat air laut sedang pasang.

“Semua nelayan mengeluh, rendahnya kolong jembatan tersebut karena kapal kami sulit melintas,” keluh Anwar (50), nelayan yang bermukim di bantaran Sungai Deli Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan, Senin (2/9/2019) sore.

Menurut Anwar yang saat itu didampingi Syamsul, sesama nelayan, sudah selayaknya kolong jembatan Sungai Deli itu ditinggikan lagi 1,5 meter agar kapal nelayan leluasa melintas. Apalagi, sudah ada kerusakan yang dialami kapal-kapal nelayan saat melintasi kolong jembatan tersebut.

“Haluan kapal sudah banyak yang patah dan rusak akibat kerap terjepit dan tersangkut saat melintasi kolong jembatan Medan-Belawan tersebut,” terang Syamsul seraya menambahkan rendahnya kolong jembatan sangat merugikan para nelayan.

Pihak kontraktor dan Balai Pekerjaan Jalan Nasional II harus bertanggungjawab. Bila tidak ada perhatian, tak menutup kemungkinan seluruh nelayan akan menggelar aksi demo memprotes pembangunan jembatan tersebut. (lir)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY