Asisten Pemerintahan dan Sosial, Drs Musaddad memimpin rapat koordinasi rencana penutupan sementara tempat hiburan yang ada di Kota Medan, di Hotel Karibia Jalan Timor Blok J, Jumat (3/5/2019). (ist)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)-Guna memberikan kenyamanan kepada umat Islam untuk dapat fokus dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan ini. Diharapkan para pemilik tempat hiburan untuk dapat memahami betul apa saja yang sudah di tetapkan dalam peraturan pemerintah.

Demikian disampaikan Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S Msi MH diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial, Drs Musaddad memimpin rapat koordinasi rencana penutupan sementara tempat hiburan yang ada di Kota Medan, di Hotel Karibia Jalan Timor Blok J, Jumat (3/5/2019).

Dikatakatan Musaddad, dalam rangka menghormati hari-hari besar keagamaan, maka akan dilakukan penutupan sementara tempat usaha hiburan dan rekreasi dengan melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pengendalian yang melibatkan unsur Kepolisian, Forum Keagamaan, Kejaksaan, Denpom, Kodim dan OPD terkait lainnya.

“Selama Bulan Suci Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan Natal, usaha hiburan dan rekreasi seperti diskotik, klub malam, gelanggang permainan ketangkasan, karaoke, live musik, bar, pub, spadan panti pijat untuk sementara ditutup sesuai dengan Perda Kota Medan No 04 tahun 2014 tentang kepariwisataan,” kata Musaddad.

Selanjutnya Musaddad mengungkapkan butuhnya kerjasama antara Pemerintah Kota Medan dengan para pemilik usaha hiburan yang ada di Kota Medan untuk sama-sama mematuhi peraturan yang ada oleh Pemerintah untuk dapat menutup sementara usaha hiburan miliknya pada bulan Ramadan ini.

“Butuh kerjasama dari pada pengusaha hiburan yang ada di Kota Medan, maka dari itu, dalam kesempatan ini Pemko Medan mengumpulkan para pelaku usaha maupun yang mewakili supaya paham untuk ikut sama-sama mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Medan dan tidak terjadi lagi kucing-kucingan pada bulan Ramadan,” ungkap Musaddad.

Lebih lanjut Aspem menyampaikan bahwa tempat hiburan yang diperkenankan buka hanya Hotel bintang 3, bintang 4 dan bintang 5. Meskipun begitu, hotel tersebut harus mendapatkan persetujuan dari Walikota Medan dan memiliki jam operasional tertentu. Begitupun dengan restoran, cafe dan rumah makan diperbolehkan buka dengan catatan harus menghormati orang yang sedang berpuasa dan tidak boleh adanya musik di tempat makan tersebut.

“Hanya tempat hiburan tertentu yang boleh buka yakni Hotel bintang 3, 4 dan 5 dengan catatan harus memiliki izin dari Walikota dan buka dengan jam operasional tertentu. Serta bagi rumah makan, cafe ataupun restoran diperbolehkan buka asal menghormati orang yang sedang berpuasa,” ucapnya.

Musaddad juga menambahkan bagi yang melanggar peraturan tersebut, akan dikenakan sanksi karena semua ketentuan sudah diatur kedalam Perda Kota Medan No 04 tahun 2014.

“Siapapun yang melanggar harus ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan kami akan melakukan pengecekan langsung ke tempat hiburan yang ada di Kota Medan dimulai dari awal Ramadan yaitu tanggal 5 Mei hingga 6 Juni,” pungkasnya.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Polrestabes Medan, Kodim 02/01 BS, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Kejaksaan Medan, Kejaksaan Belawan Denpom, dan para perwakilan dari tempat hiburan yang ada di Kota Medan.(rel/kom)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY