Mayat korban di lokasi kejadian. (whatsapp)

MEDAN (medanbicara.com)-Ngeri! Seorang pengunjung Thamrin Plaza, Jl Thamrin Medan tewas mengenaskan usai bunuh diri dengan melompat dari lantai V ke lantai II plaza tersebut, Senin (15/10/3018) sekira pukul 10.30 Wib.

Lihat videonya:

Kepala korban yang belum diketahui identitas (Mr X) itu posisinya telungkup remuk dan darah berserakan di lantai.

Keterangan diperoleh dari saksi mata, Suryani yang berada di lantai V, saat itu ia melihat korban sedang berjalan-jalan. Tiba-tiba, korban memanjat batas lantai dan langsung melompat ke bawah. Wajah korban yang mengenai lantai hancur lebur.

“Dia sering ke sini. Dan sebelum melompat ke bawah, ia sempat kulihat jalan-jalan,” ujar Suriani.

Kejadian tersebut langsung membuat pengunjung mal dan warga sekitar gempar. Dan langsung berkerumun di lokasi. Petugas sekuriti kemudian menutupi mayat pria tersebut, sebelum polisi datang ke TKP.

Tak lama kemudian Kapolsek Medan Area, Kompol Kristian Sianturi dan anggota turun ke lokasi. Juga tim Inafis Polrestabes Medan datang dan melakukan olah TKP. Saat diperiksa, tidak ada identitas korban.

Kompol K Sianturi di lokasi kejadian kepada wartawan mengatakan, korban yang merupakan keturunan Tionghoa dan diperkirakan berusia 45 tahun itu diduga bunuh diri. Namun pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Jenazahnya sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk keperluan otopsi,” ujar Kompol K Sianturi.

Kristian Sianturi mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi mata. “Dari keterangan warga, korban melompat dari lantai 5 hingga jatuh ke lantas dasar. Identitasnya masih dalam penyelidikan,” terangnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, lokasi jatuhnya korban telah dipasang garis polisi (police line). Warga sekitar dan pengunjung dilarang mendekati TKP.

Sementara salah seorang pengunjung mal mengatakan, pria yang ditaksir berusia 50 tahun tersebut, tiba-tiba saja melompat. “Kayaknya sengaja lompat, tapi nggak tahu jugalah,” sebutnya.

Sedangkan Suriati, selaku manajer plaza itu mengatakan kurang tahu kronologis kejadian.
“Saya di sini kan tukang sapu, dan kalian lihat sendiri saya sibuk mengatur para anggotaku. Soal kronologis saya kurang tahu,” ujar Suriati. (msc/mol)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY