Tim Terpadu menertibkan merek usaha toko yang menyalahi ketentuan. Kamis (31/1/2019), di Jalan Gatot Subroto, Medan. (ist)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)-Pemko Medan berkomitmen untuk terus menertibkan badan usaha yang tidak memiliki izin maupun izin usaha yang sudah kedaluarsa. Terbukti, Pemko Medan konsisten menjalankan programnya dalam hal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan menurunkan Tim Terpadu guna menertibkan merek usaha toko yang menyalahi ketentuan. Kamis (31/1/2019), di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Tepat pukul 10.30 Wib Tim Terpadu mulai bergerak menyeser pertokoan yang berada di seputaran Gatot Subroto, tepatnya dimulai dari simpang tugu SIB hingga Jalan Iskandar Muda.

Penertiban yang dipimpin oleh Kepala Bidang Perizinan Tata Ruang, Perhubungan dan Lingkungan Hidup DMPTSP Medan, John Lase ini, terdiri dari DPM PTSP Kota Medan, dibantu Sat Pol PP, Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan, Jajaran Kecamatan Medan Petisah dan Kepling Se Kecamatan Medan Petisah.

Tim Terpadu ini satu per satu menyambangi badan usaha guna mengecek izin dari badan usaha tersebut. Jika tidak mengantongi izin yang berlaku maka penindakan berupa memberikan tanda silang terhadap papan merek usaha dilakukan.

Dengan menggunakan mobil Sky Lift milik Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan, satu per satu papan merek usaha tersebut diberi tanda silang dengan menggunakan cat semprot oleh salah satu pegawai DPMPTSP.

Adapun merk usaha yang ditertibkan, Bank BNI KCP Gatot Subroto, Bank Bukopin KCP Gatot Subroto , toko wallpaper Imperial, toko roti Majestik, toko besi Abadi Jaya, Apotik V. Matahari, Bank Mestika KCP Gatot Subroto, Photo Nefo, toko obat Apotik, President Photo, Bank Mandiri KCP Gatot Subroto, Optik Thamrin, Divam Elektric, Primer Ceramic Coating, Cahaya Jaya Keramik, Toko Obat Aneka Sakti.

Sebelum melaksanakan penindakan, kata Lase, DPM PTSP juga telah memberikan surat peringatan untuk melengkapi izin ataupun memperpanjang izin merk usaha yang bersangkutan, namun pemilik usaha tidak kunjung mengurus izin yang diperlukan.

”Sebelumnya telah kami surati kepada pemilik badan usaha agar mengurus izin. Tapi, tidak juga dilakukan. Mau tidak mau tindakan pencoretan merk usaha ini kami lakukan,” paparnya.

Lase menjelaskan sanksi berupa pencoretan merek toko merupakan tindakan peringatan kepada pemilik badan usaha. Ke depan jika izin tidak diurus maka pihaknya akan menyita merek usaha milik toko tersebut.

”Kami akan terus menertibkan badan usaha yang tidak memiliki izin. Penertiban ini merupakan tindakan peringatan kepada pemilik badan usaha yang masih belum peduli mengurus izin usahanya. Ke depan jika masih membangkang maka kami akan sita papan merek usahanya,” tegasnya.

Menurut Lase, mengurus izin usaha tidak susah dapat melalui aplikasi online melalui website dpmptsp.pemkomedan.go.id website Ditambah lagi, Lase mengaku, pihaknya juga melakukan jemput bola ke setiap badan usaha terkait mengurus izin atau memperpanjang izin badan usaha.

”Pada dasarnya mengurus izin usaha tidaklah susah. Dapat melalui aplikasi online. Petugas kami juga sering melaksanakan jemput bola mengenai pendataan setelah itu pemilik usaha tinggal melakukan pembayaran ke kantor,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Purnama Dewi juga mengimbau kepada seluruh pemilik badan usaha agar dapat mengurus perizinannya demi kelancaran usaha dan juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

“Demi kelancaran usaha dan memberikan sumbangsih terhadap peningkatan PAD Kota Medan, saya imbau kepada seluruh pemilik badan usaha agar dapat melengkapi izin usahanya,” imbaunya. (rel/kom)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY