Lokasi penggerebekan dipadati warga. (ist)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)-Penggerebekan dilakukan Polsek Medan Timur di Jalan Ampera III Kelurahan Glugur Darat I Kecamatan Medan Timur, Senin (7/1/2019) sekitar pukul 17.30 WIB.

Polisi berhasil mengamankan satu tersangka. Dari tangan tersangka Abu Wahid Pratama Putra (25) disita arang bukti tiga paket sabu-sabu.

Namun naas, salah seorang warga bernama Gazali (67), warga Jalan Ampera III Medan Timur meninggal dunia. Menurut informasi, korban meninggal diduga akibat penyakit jantung yang dideritanya kambuh.

Melihat korban sekarat, warga membawa korban ke Rumah Sakit Imelda, Jalan Bilal Medan, dengan beca motor. Namun di tengah jalan korban menghembuskan nafas terakhir.

Keterangan dari polisi, saat penggerebekan di rumah besan Gazali banyak yang melarikan diri, tapi polisi berhasil mengamankan barang bukti dari kamar Abu Wahid Pratama Putra. Selanjutnya Abu Wahid Pratama putra dibawa lewat pintu belakang.

Nah, sewaktu Saleh hendak dibawa ke komando tiba-tiba orang tuanya, Gazali jatuh terduduk dan memegang dadanya yang merasa sesak.

Melihat hal tersebut Saleh meminta tolong kepada polisi untuk mengantar orang tuanya ke rumah sakit berobat dan masyarakat sudah ramai melempari anggota polisi yang melakukan penangkapan.

Saleh (26), anak korban mengatakan ayahnya ditolak dua personel polisi. Saat dilakukan penyisiran sempat mengamankannya dengan tuduhan melakukan pelemparan batu ke arah petugas.

“Saya dituduh melempari polisi, lalu saya dibawa,” ujarnya.

Namun korban melihat hal itu dan langsung mencoba menghalangi petugas.

“Saat ayahku berusaha menarik saya agar tidak dibawa, ia ditolak dua orang polisi. Begitu jatuh wajahnya membiru,” tambah Saleh.

Kapolsek Medan Timur Kompol Arifin membantah kalau korban meninggal karena ditolak anggotanya. “Korban meninggal bukan karena ditolak. Dari keterangan warga, korban ada riwayat sakit jantungnya,” ujarnya. (mol/wap/eza)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY