Walikota Medan, Dzulmi Eldin saat memberi kata sambutan pada acara kordinasi tiga pilar dalam rangka peningkatan keamanan di Medan /ist

Siskamling Harus Aktif Di Setiap Lingkungan

MEDAN (medanbicara.com)-Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin meminta kepada seluruh camat, lurah dan kepala lingkungan (kepling) untuk dapat  mengenal lebih jauh  warga yang berada di wilayahnya masing-masing. Di samping itu juga mengamati dengan seksama dinamika kehidupan yang terjadi di tengah masyarakat, serta melakukan deteksi dini  terhadap warga pendatang. Langkah itu dilakukan untuk kepentingan masyarakat sekaligus menciptakan rasa aman dan kondusif di Kota Medan.

Instruksi ini disampaikan Wali Kota ketika memberi arahan dalam acara Koordinasi Tiga Pilar Kebangsaan di Medan International Convention Centre (MICC) Jalan Gagak Hitam Ring Road,  Rabu (16/5). Selain unsur Forkopimda Kota Medan dan pimpinan OPD di  lingkungan Pemko Medan, acara yang digelar untuk menyikapi  maraknya aksi teroris juga  dihadiri seluruh camat,  lurah, babinsa, babinkantibmas  dan kepling.

Dalam rangka menjaga keamanan dan kekondusifan di Kota Medan, Wali Kota selanjutnya mengultimatum kepada seluruh kepling,  lurah dan camat untuk mengaktifkan siskamling di wilayahnya masing-masing.

“Saya minta siskamling harus aktif di setiap lingkungan. Untuk itu camat dan lurah harus memastikan siskamling tersebut aktif.  Setiap  melakukan kunjungan, saya pasti akan mempertanyakan hal ini, termasuk pengenalan kepling, lurah dan camat  terhadap lingkungan dan seluruh warganya, ” kata Eldin.

Ditegaskan Wali Kota,  pengaktifan siskamling akan menjadi bahan penilaian kinerja kepling, lurah dan camat. Sebab, Wali Kota mengaku sudah lama mengingatkan agar lingkungan mengaktifkan siskamling.

“Sudah lama dan berulang-ulang saya ingatkan dalam setiap pertemuan dengan kepling, lurah dan camat agar siskamling diaktifkan. Namun, sampai saat ini masih ada yang belum berjalan efektif.  Untuk itu saya akan mengambil tindakan tegas,”ujarnya.

Selanjutnya di hadapan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Dandim 0201/BS Kol Inf Bambang Herqutanto, Kajari Medan Olopan Nainggolan,  Ketua PN Medan DR Marsudin Nainggolan dan Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli yang menghadiri Koordinasi Tiga Pilar Kebangsaan, Wali Kota  mengingatkan,  agar para kepling lurah dan camat agar saling berkoordinasi sehingga terbangun sinergitas yang kuat.

Di samping itu tambah Wali Kota lagi, kepling, lurah dan camat juga harus terus membangun koordinasi dengan Babinsa serta Babinkantibmas, terutama dalam memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing.

“Saya minta koordinasi ini harus terus ditingkatkan lagi.  Dengan koordinasi dan sinergitas yang kuat, insha Allah keaman dan kekondusifan dapat terbangun dengan baik,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan  Kombes Pol  Dadang Hartanto dalam pemaparannya mengatakan,  terjaminnya kamtibmas merupakan tanggungjawab semua pihak.  Di samping itu pun hukum harus ditegakkan.

“Untuk itu kita hadir disini guna menyatukan langkah,” kata Dadang.

Dia mengajak, untuk membangun sejak dari dini anak dan keluarga untuk menerima perbedaan. Selanjutnya mendidik keluarga dan anak, serta mengenali para tetangga. Dikatakannya, apa yang dilakukan saat ini akan memberikan dampak ke masa depan.

“Kalau hari ini kita tidak berbuat, ke depan akan ada ancaman  lebih besar lagi,” pesannya.

Sementara itu Dandim 0201/BS  Kol Inf Bambang Herqutanto mengatakan, mengantisipasi terjadinya aksi teror, semua harus bersatu. Sebab, Indonesia dibangun berdasarkan keberagaman. Dia yakin jika semua bersatu, aksi teror dapat dicegah. Apalagi Indonesia satu-satunya negara di dunia yang memiliki pengawasan terhadap masyarakat sampai tingkat paling bawah yakni kepling.

“Jadi mari kita sama-sama menjaga Medan Rumah Kita,” ajak Dandim.

Sedangkan menurut Kajari Medan  Olopan Nainggolan,  mencegah terjadinya aksi teror, kepling, lurah dan camat harus mengenali secara detail siapa saja warga yang berdomisili di wilayahnya masing-masing, termasuk aktifitas yang dilakukan sehari-hari. Apabila kepling, lurah dan camat tidak mengenali warganya, bagaimana bisa mengamankan sekaligus membina warganya.

“Jika tidak kenal, maka suatu saat akan timbul  masalah. Untuk mencegahnya, mulai saat ini kenalinya seluruh warganya,” ungkap Kajari. (eko fitri)

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR