Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan Lahum, MM saat menutup Diklat Pim Tingkat IV di Gedung P4TK Jalan Setia Budi, Medan Helvetia, Rabu (24/10/2018). (ist)

MEDAN (medanbicara.com)-Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin, MSi berharap melalui Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat PIM) Tingkat IV akan lahir pemimpin-pemimpin yang memiliki jiwa visioner dan mampu menjadi teladan terhadap bawahan maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) lain di lingkungan kerjanya masing-masing.

Harapan ini disampaikan Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin, MSi yang diwakili Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan Lahum, MM saat menutup Diklat Pim Tingkat IV di Gedung P4TK Jalan Setia Budi, Medan Helvetia, Rabu (24/10/2018).

Sebab, ungkap Walikota, tujuan dari Diklat Pim IV ini untuk meningkatkan kompetensi manajerial. Dengan demikian para peserta nantinya harus mampu untuk mengatur, mengkoordinasikan dan menggerakkan para bawahan ke arah pencapaian tujuan yang telah ditentukan oleh Pemko Medan.

“Saya menginginkan para peserta tidak hanya mendapatkan pendidikan dan pengetahuan di sini saja, namun juga harus dapat mengimplementasikannya pada lingkungan kerja masing-masing,” kata Walikota dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Lahum.

Atas dasar itulah, lanjut Walikota, para peserta usai mengikuti Diklat Pim IV ini dapat menjalankan fungsi sebagai manajer dan siap berinovasi dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan masyarakat dan pembangunan. Pasalnya, selama 97 hari mengikuti diklat, mereka telah dimotivasi untuk senantiasa berinovasi dan membangun karakter kepemimpinan.

“Selama mengikuti diklat, para peserta telah mencoba mengimplementasikan ide-ide inovasinya dalam bentuk Rancangan Proyek Perubahan pada Kertas Kerja Perseorangan (KKP), saya yakin, KKP yang telah dibuat ini dapat dipertanggungjawabkan oleh peserta untuk diterapkan di instansinya masing-masing, terutama dalam hal peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” paparnya.

Oleh karena itulah, Walikota berharap, usai diklat ini, para peserta yang berjumlah 30 orang tersebut harus mampu menjalankan proyek perubahan pada instansi masing-masing. Apalagi 6 orang diantaranya meraih nilai sangat memuaskan.

Sebelumnnya dalam laporan panitia penyelenggara, selama 97 hari pembelajaran, peserta telah melalui 5 tahap pembelajaran, Tahap Diagnosa Kebutuhan Perubahan, Membangun Komitmen Bersama, Merancang Perubahan dan Membangun Tim, serta didukung dengan metode pembelajaran di kelas, simulasi hingga Benchmarking to best practice. (rel/kom)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY