Judi dadu. (ilustrasi)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)–Judi Samkwan terus beroperasi di wilayah Medan, Deliserdang dan Binjai. Modus operasinya juga berpindah-pindah. Kalau dirazia sang bandar menutupnya sementara, setelah aman lalu buka lagi. Pemainnya juga sudah dikoordinir.

Seperti yang ada di Pasar 7 Marelan, Kabupaten Deliserdang.
Salah seorang sumber warga setempat yang minta namanya tdak ditulis mengaku telah berkali-kali memberikan laporan kepada pihak Kepolisian terdekat. Sayangnya, sampai saat ini pihak aparat keamanan belum mengambil tindakan hukum.

Sumber juga mengaku pada malam hari aktivitas judi Samkwan atau judi dadu, di Pasar 7 Marelan semakin menjadi-jadi.

Begitu juga di lahan garapan, Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli juga masih beroperasi.

Menurutnya warga di sana, permainan judi samkwan di lahan garapan, Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, hanya tutup kalau ada kabar mau dirazia.

Tak hanya permainan judi dadu putar yang ada di lahan garapan, Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli. Akan tetapi, permainan judi seperti rolex, baccarat, dan mesin jackpot juga ada di sana.

“Semuanya ada disitu, judi rolex, baccarat, dingdong, sudah macam las vegas,” sambungnya.

Tak tangung-tanggung, per harinya permainan judi di lahan garapan, Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli ini mencapai ratusan juta per hari.

“Omsetnya ratusan juta satu harinya,” celotehnya.

Selain itu lokasi lainnya, di Jalan Raya Pelabuhan Belawan, Kampung Salam, Belawan, dan Komplek Brahrang, Kec Binjai, Kota Binjai.

Bandar judi Samkwan ini memakai oknum untuk mengawal lokasi judi.

Sebenarnya, tambah warga, warga sudah lama berharap agar pihak kepolisian turun melakukan penggerebekan ke lokasi tersebut.

“Rasanya enggak mungkin aparat tidak mengetahui keberadaan judi dimaksud,” bebernya.

Sementata berbagai kalangan menilai kapanpun, dan dimanapun jenis judi apapun tidak bisa dibiarkan. Sebab aktivitas judi lebih banyak kerugian yang ditimbulkan daripada keuntungan sehingga aparat kepolisian perlu segera menyikapinya.

”Pihak pemerintah terdekat semisal kepling, lurah atau camat terkait, kenapa juga seakan tidak mau tahu dan terkesan diam dan membisu,” tegas warga itu baru-baru ini. (tim/medanbicara.com)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY