2 Tersangka Pelaku Bentrok Solo Roboh Ditembak, 8 Diamankan, Lihat Tampangnya…

SOLO (medanbicara.com)- Para tersangka bentrokan antara pelaku sweeping dengan polisi di Solo dibawa ke Mapolda Jawa Tengah. Namun dua orang di antaranya masih mendapatkan perawatan medis di Solo.

“Dua orang masih mendapat perawatan medis. Mereka akan disusulkan ke Polda setelah selesai perawatan,” kata Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai, Sabtu (12/1/2019).

Dua orang tersebut merupakan pelaku sweeping yang memberikan perlawanan kepada aparat. Polisi pun terpaksa menembak mereka. Dengan demikian baru ada 8 orang yang dikirim ke Semarang malam ini.

“Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap dua pelaku, satu kena di kaki, satu di pinggang,” ujarnya.

“Kondisi mereka saat ini sadar, namun masih butuh pengobatan,” kata Andy.

Adapun para tersangka dikirim ke Mapolda Jateng untuk ditangani lebih lanjut. Selain itu, mereka akan dimintai keterangan guna pengembangan kasus.

“Mereka dikirim ke Polda untuk penanganan lebih lanjut untuk mengembangkan rekan-rekan yang belum tertangkap,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, 10 orang ditangkap polisi karena melawan saat akan diamankan ketika melakukan sweeping. 2 dua orang anggota kelompok yang terlibat bentrok dengan polisi di Solo mengalami luka tembak. Seorang anggota Resmob Polda Jateng juga mengalami luka sabetan benda tajam.

Untuk diketahui, dalam bentrok yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB itu 2 orang dari kelompok tersebut luka tembak sedangkan seorang polisi terkena sabetan senjata tajam.

“Saat diamankan ada 2 orang dari kelompok tersebut luka tembak di bagian kaki kiri, dan pinggang atas sebelah kiri. Kemudian dibawa ke Poliklinik Polresta Surakarta, untuk dilakukan tindakan perawatan. Anggota Resmob Polda Jateng terkena sabetan pedang sebelah bahu kanan,” terang Agus.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, tegas mengatakan setelah diidentifikasi, mereka ternyata juga terlibat dalam keributan di Rutan Klas I Surakarta, Kamis (10/1/2019) lalu.

“Ini adalah kelompok yang melakukan keributan di dalam rutan,” kata Kombes Pol Ribut Hari Wibowo dalam jumpa pers di Mapolresta Surakarta.

Seperti diketahui, keributan di Rutan Klas I Surakarta melibatkan warga binaan dengan pengunjung. Para pelaku ini diduga merupakan pengunjung rutan tersebut.

Ribut juga menyampaikan bahwa kelompok ini tidak hanya membuat keributan di dalam rutan. Namun mereka sudah sering meresahkan masyarakat.

“Setelah kita identifikasi, mereka adalah kelompok yang sering menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya. (dtc)

Loading...

Mungkin Anda juga menyukai