Ini penampakan kakek yang bunuh istrinya. (dtn)

SULSEL (medanbicara.com)– Menolak saat diajak berhubungan intim, seorang nenek berusia 60 tahun, Hj Isa, tewas digorok oleh suaminya, seorang kakek berusia 80 tahun, H A Soto. Astaghfirullah..!

Kejadian tragis ini terjadi di Dusun Lerang, Desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina, Kabupeten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibat perbuatannya, kakek 80 tahun itu sudah ditahan dan mengakui perbuatannya.

Selain luka gorokan di leher, korban juga mengalami luka bacokan dan tusukan senjata tajam di sekujur tubuhnya.

Kapolsek Cina, Iptu Abdul Rahim, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/11/2018). Dia mengatakan, pembunuhan tersebut terjadi pada Minggu (4/11/2018).

“Peristiwa terjadi pada subuh hari, dari pengakuan pelaku, korban sempat diajak berhubungan intim namun menolak hingga pelaku marah dan melakukan penganiayaan dengan parang hingga hingga mengakibatkan korban tewas,” ungkapnya.

Diketahui, kakek dan nenek yang telah ujur ini baru 2 bulan rujuk setelah bercerai. Pasangan manula ini telah dikaruniai 5 orang anak.

Iptu Rahim mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tubuh korban ditemukan luka menganga di leher, luka tusuk di kepala sebelah kiri, luka terbuka pada lengan sebelah kiri, luka terbuka pada paha sebelah kanan. Polisi menyatakan penganiayaan dilakukan berkali-kali.

Bersama barang bukti, yakni sebilah parang, pelaku kini telah diamankan di ruang tahanan Polsek Cina guna proses lebih lanjut.

“Usai menganiaya korban, tetangga datang. Pelaku sendiri yang membuka pintu. Jadi datang ke Polsek menyerahkan diri diantar saksi,” terangnya.

“Ini kita masih gali terus keterangan pelaku soal alasan penolakan istri untuk berhubungan badan sehingga akhirnya dibunuh,” kata Abdul Rahim.

Abdul Rahim mengatakan, karena keterangan berubah-ubah itu maka polisi berkoordinasi dengan pihak puskesmas setempat untuk membawanya ke rumah sakit jiwa untuk tes kejiwaan.

“Ini pelaku kita mau bawa ke rumah sakit untuk tes kejiwaan. Sekarang kita lakukan koordinasi,” ungkapnya.

“Kita tidak tahu apakah sebelumnya dia punya riwayat stres apa bagaimana. Dulunya dia sempat pisah namun dua bulan lalu kembali bersama korban,” sambungnya.

Ditambahkannya, pelaku saat ini masih terus diperiksa oleh pihak penyidik di Mapolsek Cina. Hasil pemeriksaan akan diungkapkan setelah tes kejiwaan telah dilakukan.

“Nanti baru kita kasih keterangan lagi setelah tes kejiwaan kita lakukan terhadap pelaku,” sebutnya.(dtn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY