Rumah warga di Desa Karang Rejo Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, terendam air, akibat tingginya curah hujan sejak Senin (8/10) malam hingga Selasa (8/10) dinihari di wilayah Kabupaten Langkat. (twt)

LANGKAT (medanbicara.com)-Tingginya curah hujan sejak Senin (8/10) malam hingga Selasa (9/10) dinihari di wilayah Kabupaten Langkat dan sekitarnya mengakibatkan ratusan Kepala Keluarga (KK) atau ribuan rumah terendam banjir dengan ketinggian air 30 hingga 100 cm.

Warga Kelurahan Karang Rejio, Langkat, Sumut yang menjadi korban banjir meminta sumbangan ke pengguna jalan akibat belum mendapat bantuan. (inw)

Berdasarkan data yang diperoleh dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Selasa (9/10) sore, tercatat sedikitnya 1.254 KK yang terdampak akibat banjir.

167 KK terdampak di Kelurahan Dendang, Kecamatan Stabat dengan rincian 18 KK di Lingkungan I, 15 KK di Lingkungan II, 34 KK di Lingkungan IV, 17 KK di Lingkungan V, 46 KK di Lingkungan VI, 22 KK di Lingkungan VIII dan 15 KK diLingkungan IX.

Dimana ketinggian air 30 cm hingga 100 cm dan penyebabnya hujan deras serta meluapnya air sungai Sei Dendang Kecamatan Stabat.

Kemudian Desa Karang Rejo Kecamatan Stabat yang terdampak 482 KK dengan rincian 12 KK di Dusun Serba Guna,

4 KK di Dusun Adi Guna, 73 KK di Dusun Suka Maju, 7 KK di Dusun Mekar Sari, 7 KK di Dusun Mandiri I, 7 KK di Dusun Mandiri II, 66 KK di Dusun Ampera, 6 KK di Dusun Suka Mulia, 20 KK di Dusun Cikal Bakal, 175 KK di Dusun Pelita, 50 KK di Dusun Serba Jadi, 55 KK di Dusun Mulia Bakti dan dengan ketinggian air 30 cm hingga 100 cm serta sebabnya meluapnya Sungai Kotoran Tadem Hilir.

Selanjutnya di Desa Sidomulyo Kecamatan Binjai yang terdampak 605 KK, dengan rincian 65 KK di Dusun I, 60 KK di Dusun III, 60 KK di Dusun IV, 250 KK di Dusun V, 150 KK di Dusun VI, 20 KK di Dusun VII 20. Ketinggian air 30 cm hingga -100 cm.

Selain itu yang terdampak fasilitas umum yakni SMP Swasta Darusalam ketinggian air 80 cm, SD Negeri ketinggian air 30 cm hingga 60 cm, Masjid ketinggian air 20 cm hingga 50 cm. Lahan persawahan 150 ha dan penyebab meluapnya sungai Kotoran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Irwan Sahri ketika dikonfirmasi mengakui, jika banjir kali ini disebabkan tingginya intensitas curah hujan.
“Curah hujan belakangan ini memang cukup ekstrim dan berdasarkan prediksi dari BMKG, kemungkinan besar curah hujan masih cukup tinggi hingga bulan November dan Desember nanti,” kata dia.

Untuk itu, jelas dia, jauh-jauh hari pihak BPBD sudah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dengan kondisi ini. Dan berbagai upaya juga sudah dilakukan untuk menanggulangi permasalahan yang ada.

“Kita terus menghimbau agar masyarakat waspada. Untuk mengantisifasi masalah banjir ini, kita telah membuka posko dan dapur umum, sehingga masyarakat yang rumahnya terendam banjir bisa s3dikit terbantu,” terangnya, sembari mengatakan pihak BPBD terus melakukan monitoring dan mengumpulkan data daerah mana saja yang direpa banjir. (mol)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY