Ini penampakan pesawat Lion Air JT 610 yang kini jatuh di perairan Karawang. Foto diambil bulan Agustus 2018 lalu. Pesawat ini sempat dilaporkan bermasalah, bisa dibaca di sini. (Paul Christian Gordon/dok Lion Air)

JAKARTA (medanbicara.com)– Ini kronologis jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang membawa 189 orang penumpang, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Pesawat yang masih sangat baru dan pertama kali dioperasikan pada 15 Agustus 2018 tersebut jatuh di laut, utara Karawang, Jawa Barat (Jabar). Saat jatuh, pesawat dibawa kendali pilot dan copilot yang sangat berpengalaman.

Begini detik-detik jatuhnya pesawat yang membawa 189 orang itu. Pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang itu take off dari Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (29/10/2018) sekitar pukul 06.20 WIB. Pesawat itu diperkirakan tiba di Pangkalpinang pada pukul 07.20 WIB. Pesawat membawa 189 orang, yang terdiri atas dua pilot, enam awak kabin, dan 181 penumpang.

“Pesawat take off dari Bandar Udara Soekarno-Hatta sesuai informasi dari Jakarta Air Traffic Controller (Jakarta Control),” kata Wakil Ketua KNKT, Haryo Satmiko dalam jumpa pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Berikut ini kronologi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang disampaikan KNKT:

Pukul 06.20 WIB

Pesawat berangkat dari Jakarta dan diperkirakan tiba di Pangkalpinang pada pukul 07.20 WIB.

Pukul 06.22 WIB

Pilot menghubungi Jakarta Control dan menyampaikan permasalahan flight control saat terbang pada ketinggian 1.700 feet dan meminta naik ke ketinggian 5.000 feet. Jakarta Control mengizinkan pesawat naik ke 5.000 feet.

Pukul 06.32 WIB

Jakarta Control kehilangan kontak dengan pesawat bernomor registrasi PK-LQP itu.

Pukul 08.00 WIB

KNKT menerima informasi dari pihak Lion Air mengenai kejadian dimaksud. KNKT membentuk command center di kantor KNKT, untuk berkoordinasi dengan pihak Lion Air, Basarnas, AirNav Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, BPPT, Pelindo II, BMKG, otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, dan pihak lain.

Pukul 08.30 WIB

Ketua KNKT dan investigator KNKT bergabung dengan Kepala Basarnas di posko Basarnas, Kemayoran, Jakarta.

Pukul 09.40 WIB

Tim investigator KNKT menuju Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, untuk berkoordinasi dengan BPPT guna pemakaian kapal Baruna Jaya IV dalam pencarian lokasi jatuh pesawat dimaksud. Kapal Baruna Jaya IV memiliki peralatan Multi Beam Sonar.

Pukul 10.00 WIB

Ketua KNKT bersama Kepala Basarnas melakukan konferensi pers mengenai kepastian informasi pesawat jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Pukul 10.30 WIB

Tim investigator KNKT menuju ke Bandara Soekarno-Hatta untuk mengumpulkan data penerbangan di AirNav Indonesia dan Lion Air.

Pukul 10.56 WIB

KNKT melakukan koordinasi dengan pihak BMKG terkait kondisi cuaca.

Pukul 13.30 WIB

KNKT mengirimkan occurrence notification kepada pihak ICAO (International Civil of Aviation Organization), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, US NTSB (National Transportation Safety Board), dan India AAIB (Aircraft Accident Investigation Bureau).

Pukul 14.00 WIB

Tim investigator KNKT menuju Pelabuhan Tanjung Priok untuk berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut guna pemakaian KN Enggano, dengan membawa pinger locator milik KNKT untuk mencari lokasi jatuh pesawat dimaksud.

Dalam investigasi ini, KNKT menerima tawaran kerja sama dan bantuan dari pihak Singapura TSIB (Transport Safety Investigation Bureau) dan Malaysia AAIB (Air Accident Investigation Bureau).

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi membawa 189 orang, termasuk kru pesawat.

Penumpang tersebut terdiri dari 124 laki-laki dewasa, 54 perempuan dewasa, satu anak-anak serta dua bayi. Berikut nama-nama penumpang yang naik dalam penerbangan ini berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB). (dtn/kcm)

1. Rang Adiprana
2. Vivian Afifa
3. Indra Bayu Aji
4. Firmansyah Akbar
5. Wahyu Alldila
6. Resky Amalia
7. Restia Amelia
8. Muhammad Andrian
9. P. Anggrimulja
10. Dede Angraini
11. Liu Anto
12. Vicky Ardian
13. Arfiyandi
14. Reni Ariyanti
15. Riyan Aryandi
16. Chairul Aswan
17. Paul Ayorbaba
18. Fauzan Azima
19. Naqiya Azmi
20. Berly Boen
21. Adoni Bongkal
22. Matth Bongkal
23. Hari Budianto
24. Ar Budiastuti
25. Ken Cannavaro
26. Liu Chandra
27. Fe Christanto
28. Ariska Cici
29. Dadang
30. Nursi Damanik
31. Dia Damayanti
32. Dary Daryanto
33. Janu Daryoko
34. Prato Dewanto
35. Inayah Dewi
36. Jannatun Dewi
37. Sui Di
38. Dolar
39. Dony
40. Dwinanto
41. Abdul Efendi
42. Capt. Efendi
43. Jan Efriyanto
44. Sri Endang
45. Eryanto
46. Xhe Fachridzi
47. Mohammad Fadillah
48. Der Febrianto
49. Filzaladi
50. Fiona Ayu Zen
51. Trie Gautama
52. Achmad Hadi
53. Tri Hafidzi
54. Fifi Hajanto
55. Ibnu Hantoro
56. Hardy
57. Fais Harharah
58. Darw Harianto
59. Har Harwinoko
60. Chandra Hasan
61. Has Hasnawati
62. Hedy
63. Hendra
64. Herju Herjuno
65. Dewi Herlina
66. Henny Heuw
67. Ambo Malis HM
68. A Innajatullah
69. Dicky Jatnika
70. Ervin Jayanti
71. Muhammad Jufri
72. Tami Julian
73. Juma Jumalih
74. HK Junaidi
75. Dodi Junaidi
76. Vera Junita
77. Karmin Karmin
78. Y Kartikawati
79. Kasan
80. Tesa Kausar
81. Abdul Khaer
82. Sui Khiun
83. Khotijah
84. Chandra Kirana
85. Ariauw Komardy
86. Igan Kurnia
87. Mariya Kusum
88. Liany
89. Linda
90. Luhba Toruan
91. Mahheru
92. Andr Mangredi
93. Martono
94. Sekar Maulana
95. Mito
96. Moejiono
97. Monni
98. Msyafii
99. Akma Mugnish
100. Murdiman
101. Murita
102. Muhammad Nasir
103. Njat Ngo
104. Nie Nie
105. Zulva Ningrum
106. NoeGrohantoro
107. Noorviantoro
108. Agil Nugroho
109. Hesti Nuraini
110. Joyo Nuroso
111. Nurramdhani
112. Onggomardoyo
113. Yoga Perdana
114. Chris Prabowo
115. Riwan Pranata
116. Rio Pratam
117. Junior Priadi
118. Ruslian Purba
119. Puspita Putri
120. Fatikah Putty
121. N Rabagus
122. Shan Ramadhan
123. Ruma Ramadhan
124. Muchta Rasyid
125. Ema Ratnapuri
126. Rebiyanti
127. Nur Rezkianti
128. Rijalmahdi
129. Muhammad Riyadi
130. Imam Riyanto
131. Akhim Rokhmana
132. Romhan Sagala
133. Sah Sahabudin
134. Martua Sahata
135. Ubaidi Salabi
136. Nikky Santoso
137. Yunit Sapitri
138. Mawar Sariati
139. Ase Saripudin
140. Hi Saroinsong
141. Sas Sastiarta
142. Rudolf Sayers
143. Nata Setiawan
144. Cosa R Shabab
145. Shella
146. Sian
147. Man Sihombing
148. Yul Silvianti
149. Nu Sitharesmi
150. Nia Soegiyono
151. Rizal Sputra
152. Mack Stanil
153. Eka M Suganda
154. Rank Sukandar
155. Idha Susanti
156. Rober Susanto
157. Wahyu Susilo
158. Eko Sutanto
159. Eling Sutikno
160. Sya Syahrudin
161. Hendra Tanjaya
162. Tan Mr Toni
163. Trianingsih
164. Maria Ulfah
165. Bambang Usman
166. Verian Utama
167. Miche Vergina
168. Wanto
169. Wendy
170. Radik Widjaya
171. Krisma Wijaya
172. Daniel Wijaya
173. Andr Wiranofa
174. Witaseriani
175. Wulurastuti
176. Nicko Yogha
177. Reo Yumitro
178. Yuniarsi
179. Yunita
180. Bayi 1
181. Bayi 2

Selain 181 penumpang, pesawat itu juga membawa tujuh kru. Berikut daftar pilot dan awak kabin pesawat nahas tersebut berdasarkan data Kemenhub:

1. Bhavve Suneja (Pilot)
2. Harvino (Co-pilot)
3. Shintia Melina (Supervisi pramugari)
4. Citra Novita Anggelia Putri (Pramugari)
5. Alfiani Hidayatul Solikah (Pramugari)
6. Fita Damayanti Simarmata (Pramugari)
7. Mery Yulyanda (Pramugari).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY