Running teks SPBU terdapat tulisan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati. (lir)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)-Sudah genap sebulan, otak pelaku pembuat ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan di running teks SPBU 14.202.1141 Marelan belum juga terungkap.

Padahal, sebelumnya pelaku Irianto (20), warga Uni Kampung, Kecamatan Medan Belawan, yang telah memviralkan (merekam) ke media sosial sudah diciduk Tim gabungan Polsek Medan Labuhan dan Polres Pelabuhan Belawan, (24/5/2019) lalu.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan saat dikonfirmasi wartawan koran ini melalui WhatsApp, Rabu (26/6/2019) siang menyebutkan bahwa pihaknya masih menyelidiki pelaku.

“Masih dalam penyelidikan, bekerjasama dengan tim Polres dan Cyber,” kata Bonar.

Untuk mengingat kembali bahwa kejadian tersebut diketahui pada Kamis (23/5) sekitar jam 21.30 Wib, saat itu petugas sekuriti dan pekerja SPBU melakukan pergantian tugas dan karyawan lagi di dalam kantor melakukan serah terima.

Namun ketika rapat tersebut, tiba-tiba tim sekuriti mendengar suara rame-rame dan langsung melihat keluar. Ketika dilihat, di to time yang semestinya bertuliskan harga BBM berubah menjadi tulisan kalimat-kalimat ujaran kebencian.

Melihat kejadian tersebut, tim keamanan langsung berkordinasi dengan pengawas SPBU dan langsung mematikan to time tersebut dan melaporkan kejadiannya ke Pertamina.

Kasus ujaran kebencian itu telah dilaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan untuk diselidiki dan menangkap pelakunya serta pihak Pertamina telah menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak berwajib. (lir)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY