Tersangka dan Sisca Icun. (cic)
Loading...

JAKARTA (medanbicara.com)- Sejumlah fakta baru terungkap usai rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan janda cantik Sisca Icun Sulastri dengan tersangka Hidayat. Salah satunya, soal janji uang Rp2 juta dari Hidayat untuk Sisca.

Tersangka memperagakan adegan rekonstruksi pembunuhan Sisca Icun (dtn)

Uang Rp2 juta ini awalnya disebut dijanjikan oleh Sisca kepada Hidayat. Namun, setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dilakukan rekonstruksi, terungkap kalau uang Rp2 juta itu adalah janji dari Hidayat untuk Sisca.

“Mereka kan sudah janji ketika sebelum datang itu mereka sudah janjian bahwa ia (Hidayat) akan membayar Rp2 juta,” kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar di sela-sela rekonstruksi di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, Sabtu (29/12/2018).

Uang kemudian ditagih oleh Sisca sebelum melakukan mereka melakukan hubungan intim. Namun, Hidayat tak memberikannya hingga terjadi cekcok yang berujung pembunuhan.

Berikut sejumlah fakta baru yang diungkap usai rekonstruksi kasus pembunuhan Sisca:

1. Jambakan Sisca dibalas tusukan pisau oleh Hidayat
Adegan demi adegan rekonstruksi diperagakan Hidayat (22), tersangka kasus pembunuhan Sisca Icun Sulastri di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan. Rambut Hidayat dijambak Sisca, lalu dibalas dengan tusukan.

Dalam adegan rekonstruksi ini diperagakan mulai dari Sisca menjemput Hidayat di bawah hingga berjalan beriringan menuju kamar apartemen. Sisca berjalan dan masuk kamar lebih dulu dan diikuti Hidayat.

Adegan selanjutnya, Hidayat sambil tiduran melucuti pakaian Sisca satu per satu. Namun tiba-tiba, Sisca dan Hidayat terlibat cekcok sambil duduk di kasur. Sisca menjambak rambut Hidayat sambil mencaci maki. Jambakan Sisca dibalas oleh Hidayat. Hidayat mengambil pisau yang ada di atas meja, kemudian membalas jambakan itu dengan menusuk ulu hati Sisca.

Sisca berusaha melawan Hidayat. Sisca masih mencoba merangkak dan meronta menendang tembok. Saat inilah Hidayat bagai kesetanan kembali menusukkan pisau dua kali ke pinggang Sisca. Tidak hanya itu, Hidayat lalu menusukkan ke nadi tangan kiri Sisca dan menjerat Sisca dengan kabel charger.

2. Hidayat janjikan Rp2 juta ke Sisca
Polisi awalnya menyebut Hidayat pada awal-awal diperiksa mengaku Sisca menjanjikan uang Rp2 juta kepadanya untuk berkencan. Namun setelah ditelusuri, rupanya fakta yang ada berbeda.

Hidayatlah yang disebut berjanji memberi Rp2 juta ke Sisca untuk melayaninya berhubungan intim. Menurut polisi, Sisca marah saat Hidayat tak langsung memberi uang tersebut sebelum berhubungan intim. Akibatnya, terjadi cekcok yang berujung maut bagi Sisca.

“Ketika mereka mau melakukan hubungan intim, tapi pihak atau korban menanyakan mana uang Rp2 juta itu yang sudah dijanjikan. Tersangka (Hidayat) menyampaikan, nanti setelah memuaskan, dia baru akan memberikan uang itu,”kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar.

3. Cekcok disebabkan Hidayat tak punya duit Rp2 juta yang dijanjikan
Sisca dan Hidayat terlibat cekcok dalam adegan rekonstruksi keenam dan kesembilan belas. Hidayat diketahui menjanjikan akan membayar Sisca Rp 2 juta.

Janji itu kemudian ditagih Sisca sebelum melayani Hidayat. Namun, Hidayat tak mau memberi uang itu dengan alasan ingin dilayani dulu oleh Sisca. Namun, kata Indra, Sisca tidak mempercayai ucapan Hidayat. Sisca tetap meminta uang yang dijanjikan itu.

Tapi rupanya, ucapan Hidayat itu cuma janji palsu. Indra mengatakan Hidayat mengaku tidak memiliki uang sebesar itu untuk membayar Sisca. Hidayat juga diduga berniat mengambil barang-barang berharga milik Sisca.

4. Hidayat terancam hukuman 15 tahun penjara
Hidayat diduga melakukan pembunuhan Sisca Icun Sulastri dan diduga berniat menguasai harta Sisca. Hidayat mengambil handphone dan perhiasan milik Sisca.

Dia pun terancam dikenai pasal berlapis. Menurut Kapolres Jaksel Kombes Indra Jafar, Hidayat terancam hukuman 15 tahun bui.

“Ancamannya 15 tahun (penjara) ya. Ini yang kami dapatkan fakta bahwa baru kali ini dia lakukan tindakan ini,” ujar Indra. (dtn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY