Tim Polres Deli Serdang FC. (ist)
Loading...

DELISERDANG (medanbicara.com)-Babak 10 besar Liga 3 Zona Sumut digelar di Stadion Samura Kabupaten Tanah Karo, Senin (16/9/2019). PS Keluarga USU berbaim imbang 1-1 melawan Tanjung Balai United.

Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan kedua antara Karo United melawan Polres Deli Serdang FC. Bertindak sebagai tuan rumah, Karo United yang ditangani juru taktik Ansyari Lubis mengalahkan Polres Deli Serdang FC dengan skor 3-0.

Namun kemenangan tuan rumah itu dinodai adanya kericuhan antara penonton dan official Polres Deli Serdang. Kericuhan itu dipicu ketidakbecusan wasit Sumitro yang memimpin pertandingan.

Wasit dari Asprop Sumut ini terkesan berpihak kepada tuan rumah. Keberpihakan pengadil di lapangan hijau itu terlihat saat pertandingan babak pertama. Pemain Polres Deli Serdang Purnomo bertabrakan dengan salah seorang pemain Karo United.

Wasit langsung mengeluarkan kartu kuning kepada Purnomo yang saat itu juga tergelatak di lapangan. Kartu kuning itu merupakan kartu kuning kedua yang diterima Purnomo sehingga wasit mengganjarnya dengam kartu merah. Tak terima, official Polres Deli Serdang berhamburan keluar dari bangku tim untuk melakukan protes atas keputisan wasit itu.

Begitu juga saat pemain Karo United melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Polres Deli Serdang FC dalam kotak penalti Karo United. Wasit yang seharusnya memberikan hadiah penalti kepada tim Polres Deli Serdang FC tapi tidak dilakukan wasit dan malah terus melanjutkan permainan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Padahal pemain Polres Deli Serdang sudah meringis kesakitan. Puncaknya karena tidak terima, official Tim Polres Deli Serdang merasa kesal dan meneriaki wasit. Tapi saat berteriak itu, ada di antara penonton yang melempar kemasan air mineral ke arah official maupun pemain cadangan yang duduk di bangku di pinggir lapangan.

Tak terima dilempar, official Tim Polres Deli Serdang FC melakukan perlawanan dengan melempat kemasan air mineral kearah penonton. Kericuhan sempat terjadi beberapa saat. Minimnya petugas keamanan dan penonton yang bisa masuk ke pinggir lapangan mengindikasikan jika panitia belum siap melaksanakan pertandingan 10 besar liga 3 tahun 2019.

Hal ini menjadi masukan buat Asprop agar menugaskan wasit selama pagelaran 10 besar benar-benar wasit yang bisa memimpin pertandingan dan mengambil keputusan dilapangan hijau karena pertandingan masih menyisakan 3 laga lagi bagi masing-masing tim.
“Kalau wasit seperti ini bisa rusuh setiap pertandingan,” kesal Uinten (48), salah seorang penonton. (man)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY