SS digari sementara JAM tewas setelah keduanya berduel. (mdc)

PARAPAT (medanbicara.com)–Pria bernisial SS (45), warga Kampung Pondok Bulu, Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun, Sumut duel sampek mati dengan JAM (45), warga Kampung Silautu, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun. Ngeri!

Duel keduanya terjadi di warung tuak milik R br Sihaloho, tepatnya di Kampung Bangun Dolok, Kamis (18/10/2018) sekira pukul 23.00 WIB kemarin.

Informasi yang diperoleh dari kepolisian, motif pembunuhan itu akibat selisih paham. Ceritanya, ketika itu JAM dan SS saat itu sama-sama minum tuak di lapo atau warung tesebut.

Namun tiba-tiba saja, tanpa sebab yang jelas, kedua pria itu terlibat adu mulut. Tak lama berselang, keduanya sudah saling serang. Nahas bagi JAM, dia terjatuh. Kesempatan itu dipergunakan SS untuk menginjak-injak dada JAM hingga akhirnya pria itu tak bergerak lagi.

Setelah diperiksa, ternyata JAM sudah tewas di lokasi. Polisi yang menerima laporan dari warga adanya kasus pembunuhan di warung milik R br Sihaloho langsung meluncur ke lokasi dan melakukan olah TKP.

Selanjutnya, petugas berhasil meringkus SS di salah satu warung tuak lainnya tak jauh dari lokasi pembunuhan. SS kemudian diboyong ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sementara jasad JAM dibawa ke RSU Parapat untuk keperluan otopsi.

Kanit Reskrim Polsek Parapat, Ipda Bobby, menyebutkan, motif pembunuhan lantaran keduanya sudah dipengaruhi alkohol.
“Motifnya gara-gara minuman keras jenis tuak, maka terjadi selisih paham. Pelaku tidak ada menggunakan alat, hanya tangan kosong dan dipijak-pijak dadanya,” kata Bobby.

Barang bukti atas kejadian tersebut diamankan petugas berupa sepasang sandal jepit milik pelaku dan 1 stel baju kaos warna merah milik korban serta celana panjang.

Polisi menjerat SS, dengan pasal 338 subsider pasal 351 ayat 3, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY