Foto ilustrasi/net

MEDAN (medanbicara.com)-Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) melakukan test atau pemeriksaan IVA kepada 1.280 orang wanita usia subur (WUS) antara 30 sampai 50 tahun di 7 kabupaten kota di Sumut.

Pemeriksaan itu dilaksanakan bersamaan dengan pelaksaan Gerakan Masyarakat Sehata (Germas) September sampai Nopember lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Drs Agustama Apt Mkes mengatakan, penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang disebabkan oleh proses infeksi.

“Umumnya PTM pada seseorang tidak menimbulkan gejala sehingga mereka tidak merasa perlu mengatasi faktor resiko dan mengubah gaya hidupnya. PTM itu seperti Hypertensi, Diabetes Mellitus, Kanker Serviks, Kanker Payudara dan lainnya,” katanya, Kamis (21/12).

Dikatakannya, test IVA ini untuk  mendukung dan mensukseskan kegiatan Germas, melalui peduli kanker dilaksanakan deteksi dini IVA Test atau pemeriksaan Inspeksi Visual Dengan Asam Asetat di beberapa kabupaten kota.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumut dr NG.Hikmet Mkes, menyebutkan, beberapa daerah yang dimaksud, yaitu Labuhan Batu, Serdang Bedagei, Asahan, Labura, Deli Serdang, Langkat dan Batubara.

“Tiap kabupaten kota, ada 180 wanita yang sudah berumah tanggga atau yang telah pernah melakukan hubungan seksual yang di test IVA. Kita bekerjasama dengan dinas kesehatan kabupaten kota masing-masing.Tidak hanya dalam pelaksanaan Germas, jelasnya, kegiatan serupa juga sudah dilakukan sejak 2005 lalu dan ini terus dilakukan,”sebutnya.

Dijelaskannya, walaupun orang sudah diperiksa tetapi perlu melakukan pemeriksaan setiap 6 bulan sekali. Idealnya, tiap perempuan yang berumahtangga melakukan pemeriksaan dini bisa dengan test IVA atau Papsmear untuk deteksi dini kaknker leher rahim atau kanker serviks.

“Kalau ditemukan tanda tanda kanker

serviks ditemukan di fase awal, bisa sembuh dengan baik atau sempurna. Pemeriksaan secara priodik penting karena kemungkinan untuk munculnya kanker serviks itu ada. Jadi, kita melakukan pencegahan. Yang kita lakukan adalah tata cara menemukan angka kesakitan dan kematian ca serviks,” tandasnya.

Selain itu tambahnya, pihaknya sudah melakukan pelatihan hampir di semua kabupaten kota untuk melakukan test IVA. Bisa bersama dengan dokter spesialis kandungan melatih orang lain seperti melalui on job training sehingga pelatihan tidak hanya melalui dinkes Sumut saja.

“On job training bisa dilakukan di Puskesmas dan tidak butuh biaya, hanya diperlukan kemauan apalagi bisa dikordinir atasannya,” ujarnya.

Namun, masalahnya, jelas Hikmet, dimasyarakat karena sosialisasi belum efektip, pemeriksaan belum jalan sepenuhnya.

“Banyak masyarakat yang merasa malu untuk memeriksa dirinya dan belum mengerti kegunaan dari pemeriksaan IVA test. Padahal pemeriksaan yang dilakukan tertutup,” pungkasnya. (fatimah)

 

TIDAK ADA KOMENTAR