Devi Istiana dan Hasyim (Facebook/Hasyim Prasetya)
Loading...

KISARAN (medanbicara.com)– Pasangan yang ditemukan tewas tanpa busana di kamar Hotel Central, Jalan Gambus, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (7/1/2019), dipastikan bukan pasangan suami istri.

Hasyim Prasetya (33), diketahui seorang duda yang bekerja sebagai sales di PT TSM, warga Kelurahan Bunut Barat, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Asahan.

Sementara kekasihnya, Devi Istiana (23), seorang karyawan gudang bangunan Saudara Jaya di Jalan A Yani, Kisaran (samping Hotel Nusa Indah), warga Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kisaran Barat.

Orangtua Devi, Katemin alias Cebol (56), warga Desa Karang Anyer, Kecamatan Kisaran Timur yang tiba di lokasi membenarkan.

Penyebab tewasnya pasangan kekasih di kamar Hotel Central No C-12, Jalan Sei Gambus, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (7/1/2019) diduga akibat aksi bunuh dan bunuh diri.

Dalam status di facebooknya terakhir Hasyim Prasetya menulis,” Ketika smu mngetahui apa yg trjdi mngkin kalin akan mnggap aku adlh orng paling bodoh dan tollol yg prnah anda knal..
Aq tau dunia tak slebar daun kelor..yg aku lakukan ini adalah pmbuktian suatu prjuangan mmprthankn dan kesungguhan.”

Status ini dibagikan 60 kali dan dikomen oleh 160 orang. Di status itu juga dipajang foto seperti di dalam kamar hotel.

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu, melalui Kasat Narkoba, AKP Ricky Atmaja, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (7/1/2019) malam menyebutkan, sebelum ditemukan tewas, pasangan itu diketahui check ini ke hotel tersebut, Minggu (6/1/2019) sekira pukul 10.16 Wib.

“Pasangan tersebut masuk pada hari Minggu (6/1/2019) melalui kasir hotel, Budianto (34) dan menempati kamar C-12,” katanya.
Selanjutnya, pasangan itu dibawa oleh roomboy, Abdi M Fadlan (20) menuju kamar C-12 dan membuka kamar.

“Setelah itu kunci diletakkan pada posisi lubang kunci di dalam kamar,” imbuh Ricky.

Kemudian, masih menurut AKP Ricky, pada hari Senin (7/1/2019), sekira pukul 12.00 Wib, petugas sekuriti hotel bernama Fahmi Nurmawan (26) menggedor pintu kamar C-12 untuk mengingatkan pasangan tersebut akan menyambung atau chek out.

“Karena tidak ada jawaban dari penyewa kamar, kemudian Fahmi dan manajer hotel Hera menyuruh salah seorang roomboy Joko Priono untuk mengambil kunci cadangan ke gudang Hotel Central di Jalan A Yani samping KFC, lalu kunci diberikan kepada Yani selaku admin Hotel Central Kisaran untuk diserahkan kepada Joko Priono,” beber AKP Ricky.

Kemudian sekira pukul 13.00 Wib kunci diserahkan oleh Joko kepada Fahmi yang saat itu didampingi karyawan hotel lainnya bernama Tomy (20) untuk membuka kamar tersebut. Namun saat dibuka, keduanya kaget bukan kepalang karena melihat pasangan itu sudah tergeletak berlumuran darah tanpa pakaian di dalam kamar hotel.

Mereka kemudian menutup pintu hotel kembali dan melaporkan temuan itu kepada manajer hotel.

“Pada saat ditemukan, posisi mayat laki-laki berada di lantai dengan posisi terlungkup tanpa busana, dengan kondisi kepala berdarah, sedangkan mayat perempuan ditemukan dalam keadaan hanya menggunakan bra dan celana dalam melorot, bertekuk di lantai dalam posisi berlutut menghadap ke tempat tidur,” jelas AKP Ricky.

Hasil olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 pucuk senjata api rakitan, 1 butir selongsong, 1 bungkus power magic (obat kuat), 2 unit HP, tas sandang kain warna cream kehijauan, 1 buah kunci sepedamotor, pakaian korban, 1 buah KTP ditemukan di dalam dompet atas nama Hasyim Prasetya, 1 unit sepedamotor Honda Scoopy warna hitam, BK 5715 VBE, dan 1 unit sepedamotor Yamaha Mio, BK 2200 OV.

“Kedua korban bukan suami istri, diduga bunuh diri. Saat ini kita berkoordinasi dengan Labfor Polda Sumut untuk olah TKP lanjutan. Sementara, kira masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti,” ujar Ricky. Jasad kedua korban kemudian dibawa ke RSUD Djasamen Saragih untuk otopsi. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY