Pembakar Ibu Tiri Hidup-hidup di Asahan Diganjar 10 Tahun Penjara, Ini Jawaban Si Plotot…

Terdakwa saat menjalani sidang. (tsn)

ASAHAN (medanbicara.com)– Jusmasri alias Plotot, terdakwa pembakar ibu tirinya, Waginem dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun oleh Pengadilan Negeri Asahan, Rabu (4/12/2019).

Hal itu terungkap pada persidangan yang diketuai oleh ketua majelis Hakim Nelly Andriani dengan anggota Boy Aswin dan Ahmad Adib.

Majelis Hakim menyatakan terdakwa Jusmasri alias Plotot terbukti secara sah dengan sengaja merampas nyawa seseorang dengan melanggar Pasal 338 ayat (1) KUHPidana dan Undang- Undang nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan.

Sementara itu, hal yang meringankan terdakwa Jumasri alias Plotot, di antaranya terdakwa tidak pernah dipidana dan bersikap sopan di dalam persidangan.

“Menyatakan terdakwa Jumasri alias Ploto terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagai mana dalam dakwaan alternatif dan menjatuhkan hukuman kepada terdakwa 10 tahun penjara,”ujar Ketua Majelis Hakim Nelly Andriani yang kemudian mengetuk palu sidang disaksikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabri Marbun.

Mendengar putusan yang dibacakan majelis hakim, terdakwa Jumasri menerima hasil putusan dari majelis. Putusan yang diterima ini lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya yakni 13 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Jumasri melakukan pembunuhan terhadap Waginem, ibu tirinya sendiri dengan cara dibakar hidup hidup dengan menggunakan bensin di rumahnya sendiri pada tanggal 25 Juni 2019 lalu.

Terdakwa beralasan kesal karena sakit hati kepada ibu tirinya itu karena ayahnya dihina. Usai membakar terdakwa kemudian kabur hingga akhirnya berhasil ditangkap di daerah Riau. (tsn)

Mungkin Anda juga menyukai