Petugas dan warga mengevakuasi jasad pria tanpa identitas. (mdc)
Loading...

KISARAN (medanbicara.com)– Beberapa jam setelah ditemukan tersangkut di aliras Sungai Silau, Jalan Pala, Kelurahan Kedai Ledang, Kecamatan Kisaran Timur, Minggu (27/1/2019) siang, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi mayat pria yang mengenakan celana kuning.

Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Eddy Siswoyo mengatakan, pria tersebut bernama Sudiartono (35), waraga Jalan Cempedak, Gang Famili, Lingkungan V, Kelurahan Kedai Ledang.

“Pada pukul 21.00 Wib istri korban mendatangi RSU Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran dan memastikan bahwa mayat itu adalah suaminya Sudiartono,” beber Eddy, Senin (28/1/2019) sore.

Kematian Sudiartono, menurut Eddy, berawal ketika mantan anggota TNI tersebut pergi memancing ke Sungai Silau Jumat (25/1/2019) dinihari sekira pukul 02.00 Wib.

“Korban berpamitan kepada istrnya Ina Krisnawati untuk pergi memancing di pinggir Sungai Silau, Jalan Prof Ahmad Yamin, Lingkungan II, Kelurahan Kedai Ledang, Kecamatan Kisaran Timur, tepatnya di belakang rumah potong hewan lama,” jelas Eddy.

Selanjutnya pada Jumat siang sekira pukul 14.00 Wib, Sudiartono masih menghubungi istrinya minta diantarkan nasi dan pakaian, yang kemudian diantarkan sang istri kepada suaminya itu.

“Kemudian pada jam 21.00 Wib korban masih SMS istrinya minta mata pancing,” lanjut Eddy.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Katimin, dia masih memancing berdekatan dengan Sudiartono yang duduk dekat William, Jumat (25/1/2019) sekira pukul 18.00 Wib.

Tak lama kemudian William naik ke atas (ke jalan) karena hendak pulang. Tapi, lantaran sepeda motor milik Katimin tinggal di atas, William pun memanggil Katimin untuk melihat sepedamotornya dan meninggalkan Sudiartono sendirian di lokasi memancing.

“Setelah mengamankan sepeda motornya di atas, Katimin kemudian turun lagi ke bawah untuk memancing kembali, tapi dia tak lagi melihat korban dan menemukan pancing korban di sungai,” ungkap Eddy.

Kemudian, Katimin berusaha mencari Sudiartono di sekitar tempat mancing semula, tapi tak juga ketemu. Katimin lalu pak menghubungi William melalui HP dan mengatakan bahwa Sudiartono hilang.

Sekira pukul 21.00 Wib William datang kembali ke tempat awal mereka memancing dan menjumpai Katimin lalu mencari Sudiartono, namun tetap juga tidak ketemu.

Selanjutnya pada pukul 22.00 Wib, william mendatangi kediaman Sudiartono dan memberitahu Ina bahwa suaminya tak terlihat di lokasi memancing dan bertanya apakah Sudiartono sudah pulang ke rumah.

“Ternyata korban belum kembali juga,” kata Eddy.

Selanjutnya hari Minggu (27/1/2019) sekira pukul 12.30 Wib pria itu ditemukan di aliran pinggir sungai dalam keadaan telentang dan tidak bernyawa lagi.

Minggu malam sekira pukul 21.00 Wib, Ina Krisnawati mendatangi RSUD HAMS Kisaran dan memastikan mayat tersebut adalah suaminya

“Istri korban meminta untuk tidak dilakukan otopsi dengan membuat pernyataan tertulis. Selanjutnya jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Eddy.

Sementara itu, salah seorang keluarga Sudiartono di RSUD HAMS Kisaran menjelaskan bahwa pria sudah 3 hari tidak pulang ke rumahnya. Menurut dia, selama ini Sudiartono memang sering jarang pulang ke rumah kalau pergi memancing.

Karena kebiasaan tidak pulang ke rumah tersebut, awalnya pihak keluarga tidak mengkhawatirkan kondisi Sudiartono. Namun ternyata, kali ini dia tidak pulang untuk selamanya.

Pihak keluarga mengetahui bahwa korban tewas adalah Sudiartono setelah mendengar ciri-ciri dan pakaian yang dikenakannya saat ditemukan warga di sungai.

“Ada kabar orang hanyut di sungai dan memakai pakaian yang sering dipakainya. Kami pun langsung mendatangi rumah sakit umum. Sesampainya di sini ternyata benar kalau korban yang hanyut adalah Sudiartono,” jelasnya. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY