Tersangka saat digiring polisi. (ant)
Loading...

GUNUNGSITOLI (medanbicara.com)-Astaga! Seorang anak tega menebas leher ayah kandungnya sendiri hingga tewas, di Desa Madula, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Jumat (5/7) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

Pelaku Hepriaman Harefa alias Boi (29), merupakan putra ketiga dari korban Arofona Harefa alias Arman (64) kini telah diamankan polisi.

Menurut Istri korban, Nurzanah Harefa (63), pelaku yang juga anaknya itu menebas leher ayah kandungnya sendiri hingga putus menggunakan kapak ketika sedang tidur di dalam kamar.

Sebelum menebas leher ayahnya, pelaku sempat mengeluh kepada ibunya jika kepalanya pusing dan penyakit yang dia derita kambuh sekitar pukul 18.30 WIB.

Pelaku yang diduga mengalami gangguan kejiwaan atau stres menolak ketika ibunya menawarkan untuk memijat kepalanya yang sakit, dan hanya minta didoakan agar sembuh dan pamit masuk ke dalam kamar.

Beberapa waktu setelah pelaku pamit masuk ke dalam kamar, istri korban hendak menuju dapur untuk mengambil sapu. Namun di pintu dapur dia dicegat pelaku dan dilarang ke dapur walau sudah dijelaskan jika dia hanya hendak mengambil sapu.

Karena tetap dilarang ke dapur, terjadi saling dorong antara ibu dan anak itu. Ketika berhasil mendorong pelaku dan masuk ke dapur, Nurzanah sempat melihat korban yang tadinya tidur di dalam kamar telah bersimbah darah.

Dia melihat kepala suaminya sudah terpisah dari badan dan diletakkan pelaku di bagian kaki. Nurzanah berteriak memanggil tetangga dan memberitahu anaknya telah membunuh ayahnya sendiri.

Tetangga kemudian mendatangi rumah korban, dan melihat korban sudah tewas dengan kepala terpisah dari badan.

Kemudian mereka melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, sehingga dalam waktu singkat pelaku ditangkap ketika sedang berdiri di jalan tepat di depan rumah korban.

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, SIK, MH melalui Ps Paur Humas Polres Nias, Bripka Restu Gulo membenarkan kejadian tersebut.

“Pelaku sudah diamankan” terangnya.

Menurut keterangan, Hepriaman Harefa alias Boi (29) pernah kesetrum listrik.

“Sejak kesetrum listrik tiga tahun lalu, pelaku mengalami kelainan jiwa dan sering marah-marah tanpa sebab, tetapi sadar dengan cepat,” kata Setiaman Harefa, tetangga pelaku dan korban, Sabtu (6/7).

Ia mengatakan korban atau orangtua pelaku juga mengalami gangguan jiwa, sehingga dia menduga pelaku membunuh ayah kandung karena sering bertengkar dan sama-sama mengalami gangguan jiwa.

Kepala Desa Madula, Exsodius Lalaziduhu Harefa, di tempat yang sama menerangkan bahwa sebelum kejadian pelaku dan korban memang sempat bertengkar.

Kemudian korban masuk ke dalam kamar untuk berbaring di tempat tidur, tidak lama kemudian pelaku menyusul korban masuk ke dalam kamar.

“Pelaku masuk ke dalam kamar ayahnya sambil membawa senjata tajam dan menebas leher ayahnya yang sedang berbaring di tempat tidur,” katanya.

Akibat dibacok pelaku, korban tewas dengan kondisi kepala terpisah dari badan.

“Saat kejadian, keluarga lainnya yang tinggal di rumah tersebut sedang berada luar, sehingga hanya pelaku dan korban yang ada di rumah,” ungkap kepala desa. (ant)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY