Peserta Sosialisasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) Kota Gunungsitoli (ist)
Loading...

GUNUNGSITOLI (medanbicara.com)-Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Bagian Kesra dan Pemberdayaan Masyarakat memfasilitasi kegiatan sosialisasi Diseminasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) Kota Gunungsitoli Tahun 2019.

Sosialisasi GLN digagas oleh Balai Bahasa Sumatera Utara, UPT Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud Sumatera Utara. Bertempat di Ruang Rapat Lt II Kantor Walikota Gunungsitoli, Jumat (5/7/2019).

Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara, Muhammad Muis mengatakan, sosialisasi GLN bertujuan untuk membina dan mengembangkan para penggiat literasi khususnya di Kota Gunungsitoli dalam rangka menumbuhkembangkan dan peningkatan minat baca dan perluasan wawasan bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat di Kota Gunungsitoli.

“Gerakan Literasi Nasional di Kota Gunungsitoli ini merupakan agenda ke-IV untuk Tahun 2019 setelah terlaksana dengan baik di 3 Kota sebelumnya yakni Simalungun, Medan dan Deli Serdang,” tandasnya.

Ia berharap agar kegiatan ini dapat menjadi program kerja Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk menciptakan dan mengembangkan minat baca masyarakat di masa yang akan datang.

Walikota Gunungsitoli yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Gunungsitoli, Arham Dusky Hia mengatakan, sosialisasi GLN ini kali pertama di laksanakan di Kota Gunungsitoli.

Hal ini sangat perlu untuk menjawab tantangan zaman yang penuh dengan kemajuan teknologi dewasa ini.

Sehingga dibutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki kecapakan dan kemampuan untuk dapat bersaing dengan bangsa lain.

Termasuk kemampuan berliterasi yang memadai. Bukan hanya sekedar bebas dari buta aksara, melainkan juga bagaimana warga suatu bangsa untuk mampu bersaing dan berdampingan dengan bangsa lain melalui kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan komunikatif sehingga dapat menang dalam persaingan global.

Ia menjelaskan, penguasaan 6 (enam) literasi dasar yang meliputi literasi baca-tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial dan literasi budaya dan kewargaan merupakan pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak yang perlu dipupuk sejak usi dini.

Sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti yang tentunya mulai dari lingkungan keluarga. Hal tersebut kiranya menjadi perhatian bukan saja peserta didik tetapi juga orangtua dan seluruh warga masyarakat di Kota Gunungsitoli.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang mana terdiri Pejabat Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli, Guru dan Dosen, Pelajar dan Mahasiswa, dan para Pengelola Taman Bacaan Masyarakat se-Kota Gunungsitoli, dengan materi paparan seputar Kebijakan Gerakan Literasi Nasional (GLN), Kebijakan Bahasa dan Sastra, dan Tata Kelola GLN. (sua)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY