ABG berinisial RE (16), warga Jalan Cemara, Jati Negara, Kec Binjai Utara, Sumut, korban pemukulan oknum polisi kembali masuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) dr Djoelham, Sabtu (20/4/19) sore. (mol)
Loading...

BINJAI (medanbicara.com)- ABG berinisial RE (16), warga Jalan Cemara, Jati Negara, Kec Binjai Utara, Sumut, korban pemukulan oknum polisi kembali masuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) dr Djoelham, Sabtu (20/4/19) sore.

Menurut korban saat berada di rumah sakit, akibat pemukulan itu dirinya masih merasa pusing dan nyeri di bagian leher serta kepala. Bahkan, korban mengaku kondisi tubuhnya masih lemas.

Selain merasakan pusing dan nyeri, korban juga mengaku trauma dengan sikap oknum polisi yang menodongkan pistol dan melakukan penganiayaan tersebut.

“Pistol itu ditodongkan dan dipukulkan ke kepala saya. Saya masih trauma, waktu kejadian saya sangat takut pistol itu meledak,” ungkapnya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan pihak rumah sakit menyarankan korban untuk melakukan scanning. Namun, korban tidak memiliki uang dan scanning tidak dapat dilakukan.

“Saran dokter scaning kepala. Tapi saya tidak ada uang. Paling nebus obat yang dikasi dokter aja,” ucap RE sambil menahan nyeri.

Awal kejadian ketika seorang oknum preman mengaku utusan Polres Binjai mendatangi tempat korban berjualan di Kebun Lada, Kec Binjai Utara, Jumat (19/4/2019) malam.

Oknum preman itu menuding RE melakukan pengeroyokan terhadap keluarga polisi. “Preman itu marah-marah. Dibilangnya kami mengeroyok keluarga polisi itu. Karena diusir warga, preman itu pergi. Katanya, dia mau menyelesaikan masalah perkelahian keluarga polisi itu dengan Nugi (teman korban RE),” ucap Ican, rekan RE.

Sementara itu, Kapolsek Binjai Utara, Kompol Saproni saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Kasusnya dilimpahkan ke PPA Polres Binjai, karena yang terlibat dalam perkara itu anak di bawah umur,” ucap Saproni.

Seperti diberitakan, sebelum terjadi penodongkan dan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi berinisial TD terhadap RE, terlebih dahulu terjadi perkelahian antara Reksi (keluarga polisi) dengan Nugi (teman korban RE).

Awalnya korban RE dan teman-temannya melihat ada keributan. Setelah mereka mendatangi lokasi keributan, ternyata perkelahian itu teman mereka Nugi. Lantas dipisah dan perkelahian berhenti, kedua belah pihak membubarkan diri.

Berselang beberapa menit, datang oknum poliai bersama temannya. Saat itulah terjadi penodongan dan penganiayaan terhadap RE. Bahkan teman RE, Meru anak dari Sekretaris PWI Kota Binjai ikut ditodong senjata. Menurut RE, oknum polisi itu juga sempat mengeluarkan tembakan ke arah lantai.

Persoalan penodongan dan penganiayaan tersebut audah dilaporkan korban RE ke Polres Binjai dengan nomor STPL/146/IV/2019/SPKT-A.

Terpisah, seorang perwira Polres Langkat saat dihubungi wartawan membenarkan oknum polisi berinisial TD itu bertugas di Polres Langkat, tepatnya di Sat Res Narkoba. Bahkan, oknum polisi TD disebutkan anak dari mantan Wakil Bupati Langkat, Budiono.

Sebelumnya, Seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Langkat nekat menodongkan senjata api (Senpi) kepada dua orang pelajar, Kamis (18/4/19) malam.

Salah seorang korban berinisial RE (16), warga Jalan Cemara, Jati Negara, Kec. Binjai Utara, lagsung membuat laporan ke Polres Binjai dengan nomor STPL/146/IV/2019/SPKT-A Polres Binjai, Jumat (19/4/2019).

Menurut pengakuan RE, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 Wib. Awalnya, kata RE, dia dan tiga orang temannya sedang berjualan burger di Jalan T Amir Hamzah, Simpang Kebun Lada, Kec. Binjai Utara.

Tanpa disangka, terjadi keributan di sekitar mereka berjualan. Selanjutnya korban dan teman-temannya mendatangi lokasi keributan untuk melihat langsung apa yang sedang terjadi.

“Waktu itu warga juga sudah ramai. Ketika kami lihat, ternyata yang berkelahi itu teman saya si Nugi. Akhirnya kami pisah dan Nugi beserta lawan berkelahinya meninggalkan lokasi,” ungkapnya.

Berselang beberapa menit, lanjut RE, dua orang pemuda dan satu diantaranya mengaku polisi berinisial TP menghampiri korban dan langsung menodongkan senjata ke arah kepalanya.

“Saya hanya bisa diam. Leher dan kepala saya juga dipukul. Kepala saya luka dipukul menggunakan pistol. Saya juga diseret ke mobil milik polisi itu. Sampai di dalam mobil ada temannya, saya juga dipukul sama teman-teman polisi itu,” ungkapnya.

Aksi oknum polisi itu tak berhenti, dengan bergaya melakukan penangkapan, oknum polisi itu masuk ke rumah pemilik usaha burger yang tak jauh dari lokasi.

“Begitu masuk di dalam rumah, oknum itu menodong teman kami si Meru. Bahkan polisi itu mengeluarkan tembakan ke lantai,” bebernya.

Puas melakukan tindakan tersebut, oknum polisi itu membawa korban ke Polsek Binjai Utara. Tak lama di polsek, oknum polisi itu membawa korban ke Polres Binjai. (mol)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY