Satu foto syor diduga Ketua DPRD Gunungsitoli yang beredar di medsos. (screenshot/sut)
Loading...

GUNUNGSITOLI (medanbicara.com)- Foto syur diduga Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, HJH dengan seorang cewek di kolam renang dan diposting di medsos membuat DPRD Kota Gunungsitoli tercoreng.

LSM Gerakan Peduli Nias (GPN) pun membongkar kasus itu dan mengadukannya ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Gunungsitoli. Namun Pengaduan masyarakat tersebut hingga saat ini belum sampai di BK DPRD Kota Gunungsitoli. Beredar kabar, pengaduan LSM GPN dipetiestakan. Sebab menyangkut marwah Ketua DPRD Kota Gunungsitoli.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Gunungsitoli, Yanto mengakui, sampai sekarang pihaknya belum menerima laporan pengaduan LSM GPN terkait kasus foto syur dan beberapa postingan akun facebook yang diduga HJH.

“Saya sudah menanyakan Sekwan mengenai laporan LSM PGN, katanya sudah diambil langsung Ketua DPRD setelah LSM PGN meninggalkan kantor DPRD usai menyerahkan laporan. Sehingga pengaduan itu belum sampai ke kita sampai sekarang, kata Yanto di kantor PDIP, Jumat (12/4/2019).

Ia pun tidak mengerti, apa maksud Ketua DPRD Kota Gunungsitoli sampai menahan surat pengaduan masyarakat tersebut.

Yanto mengungkapkan, apabila beberapa hari ke depan tidak juga menyampaikan ke BK, pihaknya berjanji akan mendesak Ketua DPRD Kota Gunungsitoli. Sekaligus mempertanyakan maksud dia menahan laporan masyarakat.

“Kita minta Ketua DPRD untuk segera menyampaikan laporan tersebut untuk ditindaklanjuti,” pintanya.

Menurut Yanto, pihaknya tidak ragu memanggil HJH untuk diminta klarifikasi terkait pengaduan masyarakat atas foto syur yang diduga HJH dengan seorang wanita dan beberapa postingan di akun facebook yang melibatkan dirinya jika laporan pengaduan itu sampai di tangan BK.

“Pasti akan kita panggil untuk dimintai klarifikasi jika sudah turun pengaduannya,” ungkap Yanto.

Ketua DPC PDIP Kota Gunungsitoli tidak berandai-andai, untuk menentukan apakah benar foto syur yang diduga HJH dengan seorang perempuan di dalam kolam renang. Menurutnya, untuk membuktikan persoalan, BK akan menggandeng ahli IT dan universitas yang memahami persoalan untuk meneliti kebenarannya. (sut)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY