Puluhan warga pengungsi erupsi Gunung Sinabung asal Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat kembali menggeruduk kantor DPRD dan Bupati Karo, Kamis (20/9) pagi.

KARO (medanbicara.com)-Merasa tertipu dengan janji-janji palsu pemerintah, puluhan warga pengungsi erupsi Gunung Sinabung asal Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat kembali menggeruduk kantor DPRD dan Bupati Karo, Kamis (20/9) pagi.

Dalam orasinya, warga membawa spanduk yang bertuliskan Pemkab Karo Penipu, Tidak Pernah Menepati Janji, Seluar & Roknya Ngenca Kundulina (celana dan roknya saja yang diduduki, janjinya diingkari). Anehnya, saat warga datang, tak ada seorang pun anggota DPRD yang berada di kantor.

Bahkan, tak jelas secara kebetulan atau sengaja, di saat yang sama BupatiTerkelin Brahmana dan Wakil Bupati Karo, Cory S Sebayang juga tak berada di kantor. Alhasil, warga hanya diterima Sekda Kabupaten Karo, Terkelin Kamperas Purba, Kalak BPBD Martin Sitepu dan Kadis Sosial Karo Benyamin Sukatendel.

Dalam aksinya, warga menagih janji Pemkab Karo dan BPBD untuk mencairkan hak mereka yang sudah selama 1,5 tahun diabaikan. Di antaranya jatah hidup dengan biaya Rp10.000, per jiwa/hari, selama 3 bulan. Pembangunan fasilitas umum , seperti air (sumur bor) listrik, dan septic tank dan jalan di relokasi mandiri. Kemudian sewa rumah dan ladang Rp5,6 juta per tahun.

“Kami warga Desa Berastepu mencapai 343 kepala keluarga terdiri dari 1200 jiwa, yang belum menempati relokasi mandiri tahap kedua di Desa Nangbelawan Kecamatan Simpang Empat. Disebabkan fasilitas tuntutan kami belum terpenuhi, selama 1,5 tahun sudah selesai,” kata Norman Batunangar (44), warga yang ikut melakukan aksi demo, diamini warga lainnya disela – sela aksi demo.

Norman mengungkapkan, rumah di Desa Nangbelawan itu tidak akan bisa dilengkapi, karena fasilitasnya tidak ada. Maka itu mereka menuntut hak, seperti biaya sewa ladang dan rumah Rp5,6 juta rupiah yang sudah tidak kami dapatkan selama 3 tahun ini.

“Sementara tahun 2016 kami dapatkan, kini enggak lagi kami dapatkan. Sedangkan fasilitas rumah, seperti listrik, air, septic tank dan jalan juga belum ada semua. Bagaimana kami bisa hidup di rumah tersebut,” katanya.

Sekda Kabupaten Karo, Kamperas Terkelin Purba, didampingi Kalak BPBD Karo, Martin Sitepu menemui ratusan aksi demo mengutarakan, tuntutan warga tidak bisa memenuhi, dikarenakan anggota DPRD Karo tidak ada satupun yang datang atau ditemui mereka. Guna bisa berkordinasi sesuai harapan para pengungsi.

“Begitu pun kami tadi sudah melakukan kordinasi via telepon, kepada pihak BNPB terkait kucuran dana yang dijanjikan kepada para pengungsi erupsi Gunung Sinabung. Namun, karena tekhnis pihak BNPB saat ini sedang sibuk menangani bencana nasional di Lombok, makanya sedikit terbengkalai. Begitu pun surat ajuan batuan dari pusat sebelumnya sudah masuk ke pihak mereka,” ucap Sekda dihadapan pengungsi.

Kalak BPBD Karo Martin Sitepu mengutarakan, bagaimana pun pihaknya bekerja buat warga, dan mereka akan melayani sepenuhnya sesuai dengan janji yang sudah diutarakan atas bantuan kepada mereka. Tetapi merek menunggu hasil pada bulan depan, kemungkinan dana tersebut sudah bisa dikucurkan pusat melalui pihaknya.

“Meski tanpa ada batas waktu yang pasti, kita akan terus berupaya supaya tuntutan warga dapat terpenuhi. Kita hanya meminta kepada pihak pengungsi agar bersabar,” kata Martin Sitepu.

Sebelumnya karena anggota dewan tak ada yang ngantor dengan alasan tugas luar, Sekwan, Petrus Ginting yang menemui warga korban erupsi Gunung Sinabung. Dia meminta kepada pedemo agar menyampaikan tuntutannya ke kantor Bupati Karo seduai dengan lampiran surat aksi mereka.

Sesampainnya di kantor Bupati Karo, pedemo tidak bisa menahankan luapan emosi mereka, sebab Bupati Karo, Tekelin Brahmana dan Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang tidak berada di kantor.

Meski suda diberi penjelasan oleh Sekda Kabupaten Karo, Kamperas Terkelin Purba, pihak pedemo masih bertahan di halaman kantor Bupati Karo hingga jam 16.00 WIB. Mereka juga berencana akan tidur di halaman kantor Bupati Karo sampai adanya kejelasan kepada pihaknya.(deo/eza)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY