Loading...

KARO (medanbicara.com) – Bus pariwisata “Tropas Hijau” yang membawa rombongan pelajar asal Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Selasa (16/4) menabrak dua kendaraan, empat orang warga, dan Gedung Tourist Information Centre (TIC) Dinas Pariwisata Karo, di kawasan Pasar Buah, Jalan Gundaling, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

Kapolsek Berastagi, Kompol Aron Siahaan menegaskan peristiwa tabrakan terjadi disebabkan bus pariwisata bernomor polisi BL 7569 A, tidak dapat dinyalakan setelah distarter. “Laka Lantas (kecelakaan lalu lintas) tunggal tersebut bermula saat bus pengangkut para pelajar tersebut mengalami gagal stater. Kemudian bus didorong. Saat bus menyala angin belum terisi maksimal ke tabung rem, mengakibatkan rem blong. Akibatnya, bus meluncur ke arah Gedung TIC,” ujar Kompol Aron didampingi Kanit Lantas Polsek Berastagi Iptu Polta Hutahaean.

Iptu Polta Hutahaean menambahkan, saat bus meluncur tanpa kendali disebabkan rem blong, menyenggol dua kendaraan, empat orang, dan Pos Polisi Pariwisata. “Sebelum menabrak Pos Polisi Pariwisata yang berada di Gedung TIC, bus tersebut terlebih dahulu menabrak dua kendaraan mobil yang sedang parkir. Di antaranya, mobil dengan plat nopol BK 1995 IZ milik tamu, dan mobil BK 1528 SQ milik warga Berastagi. Bus pariwisata itu juga menyenggol empat orang yang saat itu berada di lokasi kejadian,” tutur Hutahaean.

Disebutkannya, korban tertabrak bus tiga di antaranya merupakan pelajar dalam rombongan. “Korban yang mengalami luka ringan dibawa ke RS Amanada Berastagi. Tiga di antaranya rombongan pelajar, dan satunya lagi tukang sapu. Bus dalam proses evakuasi, karena hujan lebat hingga sore ini masih terkendala. Tapi diupayakan secepatnya,” tegas Kanit Lantas Polsekta Berastagi.

Sopir bus, Abdul Alham menyebutkan rombongan yang dibawanya sekitar 30 pelajar berasal dari Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat. Dia mengakui sengaja menabrakan bus yang dikemudikannya ke Gedung TIC untuk menghindari korban jiwa. “Semalam sudah menginap di Villa Bukit Mas, rencananya (Selasa) hari ini mau pulang. Tadi rombongan anak sekolah itu sedang berbelanja di Pasar Buah. Bus tiba-tiba sulit starter, ketika hidup setelah didorong tiba-tiba mengalami rem blong. Guna menghindari korban manusia, di sekitar lokasi, terpaksa saya cari alternatif guna menabrakan diri ke wilayah TIC,” kata Abdul. (anita)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY