Bupati Karo, Terkelin Brahmana bersama Dandim 0205/TK, Letkol Inf Taufik Rizal SE meninjau pembuatan jalan alternatif yang menghubungkan Karo-Deliserdang. (ist)
Loading...

KARO (medanbicara.com)-Bupati Karo, Terkelin Brahmana bersama Dandim 0205/TK, Letkol Inf Taufik Rizal SE meninjau pembuatan jalan alternatif yang menghubungkan Karo-Deliserdang hasil TMMD ke-101 dan Karya Bakti TNI AD anggaran 2018 APBD, di Desa Serdang, Rabu (30/1/2019).

Dalam peninjauan itu Bupati Karo dan Dandim 0205/TK turut didampingi Kasdim 0205/TK, Mayor Inf Daulat Marpaung, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi Msi, Kepala Dinas Perhubungan, Gelora Fajar Purba SH, Camat Barus Jahe Kalsium Sitepu dan para kepala desa se-kecamatan Barus Jahe.

Menurut Dandim, peninjauan ini, sengaja dilakukan untuk memastikan program lanjutan TMMD KE-101 2018 yang telah selesai dikerjakan oleh Kodim 0205/TK dengan anggaran Rp1,6 miliar dengan pengerjaan pembukaan jalan sepanjang 2,7 km.

Sedangkan lanjutan pekerjaan di akhir 2018 melalui APBD Karo dengan program Karya Bakti menelan biaya Rp1,5 miliar dengan peningkatan jalan sepanjang 2,5 km.

Kedua titik ruas jalan ini berbentuk ringroad, melewati kawasan Desa Serdang, berdasarkan hasil peninjauan dengan Bupati Karo, jalan yang sudah dikerjakan 5,2 km dengan lebar 10-12 meter.

“Tadi kita tinjau Karya Bakti ini sudah hampir rampung progres pengerjaannya oleh anggota Kodim 0205/TK, tinggal sedikit lagi penyelesaiannya, intinya anggota saya masih bekerja, setelah sampai di batas kawasan hutan konservasi nanti baru kita berhenti bekerja, karena sesuai spesifikasi yang kami terima dari Pemda Karo, batasnya di perbatasan kawasan hutan konservasi,” tandas Dandim.

Dirinya berharap, jika Pemkab Karo bersedia melanjutkan peningkatan jalan yang terhenti di kawasan hutan konservasi, yang menurut peta, tidak jauh lagi ke Desa Rumah Liang Kecamatan STM Hulu Deliserdang, jarak yang harus dibuka tinggal 2,5 km lagi.

Menyahuti Dandim 0205/TK, Terkelin Brahmana mengatakan, Pemkab Karo sangat mengapreisasi dan mengucapkan terimakasih kepada Kodim 0205/TK, yang telah bekerja melalui TMMD KE-101 dan dilanjutkan karya Bakti.

“Tadi saya sudah berjalan sekitar 20 menit bersama Dandim menuju perbatasan wilayah Kabupaten Karo-Deliserdang, terbukti akses jalan ini sudah ada sejak zaman Belanda. Masyarakat Karo khususnya masyarakat Barusjahe sudah saling bersilaturahami dengan masyarakat Desa Rumah Liang Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang saling mengunjungi,” jelas dia.

Sementara itu, Bupati Karo, Terkelin Brahmana, SH, Kamis (31/1/2019) menandatangani surat usulan kedua yang ditujukan kepada Kementerian PUPR, terkait usul pembangunan jalan Tol Medan-Berastagi.

Pentingnya pembangunan tol itu, sesuai usul surat pertama 15 Novmber 2018, mengingat akses jalan utama dari Medan ke Kabupaten Karo sepanjang kurang lebih 70 km sering mengalami kemacetan pada hari-hari libur dan hari besar. Bahkan di musim hujan juga sering mengalami longsor yang mengganggu kelancaran arus lalulintas.

Disamping itu, jalan nasional Medan-Kabanjahe juga merupakan jalan utama KSPN Danau Toba, sekaligus sebagai jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Dairi, Pakpak Barat, Simalungun dan Provinsi Aceh.

“Akan tetapi saat ini, kapasitas jalan dimaksud sudah tidak memadai lagi yang menyebabkan sering terjadi kemacetan, dan dibutuhkan jalan alternatif,” kata Terkelin menjelaskan.

Faktor kemacetan terjadi akibat beberapa hal, antara lain, tingginva volume lalu lintas pada ruas jalan dimaksud khususnya pada saat hari libur, Sering terjadi longsor apalagi pada saat musim hujan. Pada ruas jalan Medan-Kabanjahe banyak terdapat keramaian seperti sekolah, pasar dan permukiman.

“Bersatunya jalur untuk kendaraan berat, truk, kendaraan pribadi dan sepeda motor yang menggunakan ruas jalan dimaksud, Sering terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang banyuak tikungannya, kontur tanahnya juga naik turun serta licin pada saat hujan,” ujar bupati.

Di sisi lain, menurut kajian dari Ikatan Cendikiawan Karo Sumatera Utara, jalan Medan-Berastagi tidak memungkinkan lagi untuk dapat menampung volume kendaraan yang melintas sesuai standard kelancaran lalulintas yang baku.

Oleh karena itu untuk jangka panjang, pembangunan jalan tol Kabupaten Karo-Medan merupakan alternatif yang paling optimal untuk menyelesaikan permasalahan lalulintas. Jalur yang dipilih rencana usulan pembangunan jalan tol itu adalah Simpang Amplas (pintu ke luar) ke Tiga Panah antara Kabanjahe dan Tongging dengan panjang jalur sekitar 45 km.

“Tujuan Pemkab Karo mengusulkan pembangunan Jalan Tol dari Medan ke Kabanjahe, guna meningkatkan arus kunjungan wisata ke Kabupaten Karo sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar Danau Toba khususnya Kabupaten Karo,” pungkasnya.(ita)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY